Nuansametro.com - Bandar Lampung | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung melangkah masif memperkuat ekosistem keuangan syariah sekaligus membentengi masyarakat dari jeratan kejahatan finansial.
Bersama Pemprov Lampung, Kanwil Kemenag, dan para pemangku kepentingan, OJK menggelar literasi keuangan syariah bagi 1.000 Penyuluh Agama Islam se-Provinsi Lampung, sekaligus membuka serentak 1.000 tabungan syariah terintegrasi KTA dan 1.000 rekening saham syariah.
Kesenjangan Mencolok, Literasi Syariah Baru 43 Persen
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyoroti hasil SNLIK 2026: meski indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57% dan inklusi 93,61%, indeks literasi syariah baru di angka 43,07% dengan inklusi hanya 13,24%.
"Ini paradoks di negara berpenduduk muslim terbesar. Umat terpaksa pakai produk konvensional karena belum memahami ekosistem syariah yang aman. Di sinilah peran krusial 1.000 penyuluh agama sebagai garda terdepan literasi keuangan syariah," tegasnya.
Benteng dari Judol, Pinjol Ilegal & Investasi Bodong
Langkah ini bukan sekadar memperluas akses keuangan, melainkan menyelamatkan masyarakat dari godaan judi online, pinjol ilegal, hingga penipuan investasi bodong.
Para penyuluh dititipkan misi menyisipkan pesan keuangan yang sehat dalam setiap majelis taklim dan dakwahnya, dengan prinsip 2L: Legal dan Logis.
"Mereka harus terlebih dahulu merasakan manfaatnya sendiri, baru kemudian mengajak masyarakat. Jadilah teladan nyata," ujar Otto.
Gubernur: Dakwah Harus Sentuh Kebutuhan Nyata Masyarakat
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi terobosan ini.
"Penyuluh yang berdampak adalah yang mampu menjembatani nilai agama dengan kebutuhan hidup warga. Bantulah masyarakat merencanakan masa depan keuangan yang baik dan menjauhkan dari jeratan kejahatan finansial," pesannya.
Kolaborasi TPAKD, KDEKS, POKJALUH, Bank Indonesia, ASBISINDO, BEI, dan PT KISI Sekuritas diharapkan mendorong angka inklusi keuangan syariah di Lampung meningkat pesat, membawa kemandirian ekonomi dan perlindungan finansial bagi masyarakat. (***)

0 Komentar