![]() |
| Foto : Puluhan warga dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah terpapar kepulan asap disertai bau kimia yang sangat menyengat mendapatkan penanganan medis di IGD RS Rosela |
Nuansametro.com - Karawang | Situasi mencekam melanda Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kamis pagi (29/10/2026). Puluhan warga dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah terpapar kepulan asap disertai bau kimia yang sangat menyengat.
Hingga berita ini diturunkan, setidaknya 43 orang tengah mendapatkan penanganan medis intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Rosela Karawang.
Warga Keluhkan Mata Perih dan Sesak Napas
Salah satu warga yang menantikan penanganan anaknya di RS Rosela menceritakan bahwa insiden terjadi pada pagi hari. Anaknya yang masih bersekolah tiba-tiba mengeluhkan sakit mata dan gangguan pernapasan sesampainya di rumah.
"Anak saya yang masih sekolah terkena dampak dan sekarang sedang ditangani di ruang IGD bersama warga lainnya. Ia sempat merintih dan mengeluh kesakitan, makanya segera dilarikan ke sini," ungkapnya.
Warga tersebut juga mengaku sempat merasakan gejala serupa, namun dampaknya tidak separah anggota keluarganya karena saat kejadian ia sedang berada di luar rumah.
"Saya juga sempat merasakannya, mata perih dan napas agak sesak. Tapi tidak terlalu parah karena posisi saya sedang berkeliling. Yang paling khawatirkan adalah mereka yang berada di rumah saat asap itu melintas," tambahnya.
![]() |
| Foto : Data warga yang mendapatkan penanganan di IGD RS Rosela |
Sumber dan Penyebab Masih Misteri
Pendataan sementara mencatat sekitar 60 orang terdampak gejala. Namun hingga kini, pihak manajemen RS Rosela belum merilis keterangan resmi mengenai kondisi medis para korban.
Pihak berwenang dan instansi terkait juga belum memberikan penjelasan dari mana sumber asap serta bau kimia tersebut berasal.
Masyarakat berharap penyebab insiden ini segera diungkap dan langkah penanganan dilakukan agar tidak menimbulkan korban lebih banyak lagi. Perkembangan terkini akan terus dipantau.
(Sep/Np)


0 Komentar