![]() |
| Foto : Aktivitas pengurukan lahan di lingkungan RT 03/RW 09, Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, diduga menjadi pemicu baru yang menenggelamkan permukiman warga. |
Nuansametro.com - Jakarta | Aktivitas pengurukan lahan di lingkungan RT 03/RW 09, Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, diduga menjadi pemicu baru yang menenggelamkan permukiman warga.
Tumpukan tanah dan material bangunan terlihat menumpuk di lokasi, sementara saluran air dikhawatirkan tertutup atau tergganggu membuat air hujan tak mengalir dan meluap ke rumah-rumah warga.
Warga melaporkan, sejak kegiatan pengurukan berlangsung, genangan datang lebih cepat dan lebih tinggi setiap kali hujan turun.
Perubahan kontur tanah yang ditinggikan tanpa penyesuaian sistem drainase diduga membelokkan aliran air langsung ke pemukiman.
Saluran Tersumbat, Air Tak Punya Tempat Mengalir
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan tanah dan puing bangunan terlihat menumpuk di sekitar area pekerjaan.
Jika saluran drainase tertutup, menyempit, atau arah aliran berubah risiko banjir bukan lagi sekadar kekhawatiran, melainkan kenyataan yang dirasakan warga.
"Pembangunan tidak boleh merugikan yang lain. Kalau lahan ditinggikan tanpa memikirkan aliran air, maka warga di bawah yang jadi korban," ungkap warga.
Warga Desak Pemerintah Turun Langsung
Masyarakat meminta:
✅ Pemerintah Kelurahan, Kecamatan, dan instansi terkait DKI segera turun ke lokasi
✅ Periksa kelengkapan izin kegiatan pengurukan
✅ Tinjau saluran air dan sistem drainase yang terganggu
✅ Minta klarifikasi terbuka dari pemilik/pengelola lahan
✅ Pastikan langkah antisipasi agar banjir tidak berulang di musim hujan ini
Masih Perlu Pembuktian, Tapi Tanda Bahaya Nyata
Hingga kini, keterkaitan langsung antara pengurukan lahan dan banjir masih memerlukan pemeriksaan resmi. Namun warga menegaskan: tanda-tanda kerusakan lingkungan sudah terlihat di depan mata.
"Jangan tunggu kerugian makin besar baru ditangani. Sekarang juga diperiksa. Warga butuh solusi, bukan janji," tegas warga.
(David Hardson)

0 Komentar