Headline News

Penetapan Pilkades Tiga Desa di Pedes Dipusatkan di Kantor Kecamatan, Camat Tekankan Kondusivitas dan Politik Santun

Foto : Tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di tiga desa di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pedes, Kamis (15/10/2026). 

Nuansanetro.com - Karawang  | Tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di tiga desa di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pedes, Kamis (15/10/2026). 

Pemusatan kegiatan di satu lokasi dilakukan untuk memperkuat pengawasan, menjaga ketertiban, serta mengantisipasi potensi gesekan antarp pendukung calon.

Tiga desa yang mengikuti tahapan tersebut yakni Desa Karangjaya, Desa Sungai Buntu, dan Desa Dongkal. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan secara bergiliran berdasarkan kesepakatan panitia Pilkades masing-masing desa bersama pihak kecamatan.

Desa Karangjaya mendapat jadwal pukul 08.00 WIB, disusul Desa Sungai Buntu pukul 12.30 WIB, dan Desa Dongkal pada pukul 15.30 WIB.

Camat Pedes, H. Romli Sunarya, S.Kep., Ners., M.Si., menjelaskan bahwa pemusatan kegiatan di kantor kecamatan merupakan permintaan panitia Pilkades dari ketiga desa. 

Langkah tersebut ditempuh agar proses penetapan calon dan pengundian nomor urut dapat dipantau secara lebih terkontrol serta berlangsung aman dan kondusif.

Menurut Romli, pihak kecamatan bersama tim monitoring, unsur TNI melalui Danramil, dan Polsek Pedes melakukan pemantauan langsung untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai harapan.

“Secara keseluruhan, kegiatan penetapan dan pengundian nomor urut calon di tiga desa berjalan aman, lancar, dan kondusif. Memang ada sedikit pergerakan massa dari Desa Dongkal dan Sungai Buntu, tetapi alhamdulillah melalui pendekatan secara humanis, situasi bisa dikendalikan,” ujarnya.

Pergerakan Massa Jadi Perhatian, Pendekatan Humanis Diutamakan

Meski seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif, pergerakan massa pendukung di sejumlah desa menjadi perhatian tersendiri bagi unsur pengamanan dan pemerintah kecamatan.

Pendekatan persuasif dan humanis dinilai penting untuk mencegah dinamika dukungan politik berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat. 

Sebab, Pilkades bukan sekadar kontestasi untuk memperebutkan jabatan kepala desa, melainkan juga momentum demokrasi yang harus tetap menjaga persaudaraan dan keharmonisan warga.

Romli berharap, situasi kondusif yang tercipta pada tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan sosial, memicu permusuhan, ataupun memutus tali silaturahmi antarwarga.

Rempug Sauyunan, Jangan Sampai Pilkades Memecah Persaudaraan

Mengusung jargon Pilkades Karawang, “Rempug Sauyunan”, Camat Pedes mengajak seluruh calon kepala desa, panitia, tim sukses, dan masyarakat untuk mengedepankan kedewasaan politik serta menjaga suasana damai selama proses demokrasi berlangsung.

Ia menegaskan, setiap kandidat memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik kepada para pendukungnya. Persaingan politik harus dijalankan secara sehat, tanpa provokasi maupun tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh calon kandidat agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Silaturahmi harus dikedepankan dan jangan sampai setelah pesta demokrasi Pilkades justru terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Peringatan tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan Pilkades tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara terbanyak. Lebih dari itu, proses demokrasi di tingkat desa harus mampu melahirkan kepemimpinan yang legitimate sekaligus menjaga persatuan masyarakat.

Dengan berjalannya tahapan di tiga desa secara aman dan terkendali, Kecamatan Pedes berharap seluruh proses Pilkades berikutnya tetap berlangsung tertib, humanis, dan mengedepankan semangat kebersamaan.

Pada akhirnya, kompetisi politik boleh berlangsung ketat, tetapi persaudaraan masyarakat harus tetap kuat. Semangat Rempug Sauyunan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan Pilkades yang damai dan bermartabat.


(Zis)

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro