![]() |
| Foto : Pertemuan mediasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Satpol PP, Willyanto Salmon, S.Sos., M.M., bersama lima perwakilan pengemudi ojek online. |
Nuansametro.com - Karawang | Sebuah penyelesaian yang jarang terlihat terjadi di Kabupaten Karawang. Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengemudi ojek online dengan kendaraan patroli Satpol PP Karawang, yang sempat menjadi perbincangan, akhirnya ditutup dengan jalan damai dan pendekatan kemanusiaan.
Peristiwa terjadi Selasa malam, 13 Oktober 2026, di depan Taman I Love Karawang. Sebuah sepeda motor Honda PCX yang dikendarai pengemudi ojol menabrak kendaraan patroli yang sedang berhenti saat bertugas.
Pengemudi mengaku saat itu kurang fokus sehingga tidak sempat mengantisipasi keberadaan kendaraan di depannya.
Pertolongan Pertama, Bukan Proses Hukum
Kasatpol PP Kabupaten Karawang, H. Basuki Rahmat, menjelaskan bahwa reaksi pertama personel di lokasi adalah menolong korban.
Langkah segera dilakukan, memberikan pertolongan pertama dan memanggil ambulans agar pengemudi yang mengalami luka ringan di tangan mendapatkan penanganan medis.
"Kami pastikan yang bersangkutan mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, duduk bersama untuk mencari jalan keluar yang adil bagi kedua belah pihak," ujar Basuki saat memberikan klarifikasi resmi, Selasa (27/10/2026).
Mediasi: Dengarkan Kondisi, Bukan Hanya Salah Siapa
Pertemuan mediasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Satpol PP, Willyanto Salmon, S.Sos., M.M., bersama lima perwakilan pengemudi ojek online. Di sana terungkap, motor adalah satu-satunya sumber penghasilan. Jika rusak, nafkah keluarga terhenti.
Merespons kenyataan tersebut, Satpol PP mengambil keputusan yang tidak selalu diatur dalam prosedur baku, namun sangat manusiawi: membantu membiayai perbaikan motor pengemudi ojol tersebut.
"Kami pertimbangkan kondisi ekonominya. Motor adalah alat mencari nafkah. Semakin cepat diperbaiki, semakin cepat ia kembali bekerja. Kami selesaikan secara kekeluargaan," tegas Basuki.
POOK: Awalnya Miskomunikasi, Kini Berakhir Baik
Ketua Umum POOK, Guruh Yanuar, menyambut baik penyelesaian ini. Ia jujur mengakui: justru anggotanyalah yang menabrak kendaraan dinas.
Sempat ada kesalahpahaman komunikasi, namun semua terjawab melalui dialog terbuka yang juga dihadiri unsur kepolisian.
"Alhamdulillah, semua beres. Kami apresiasi Satpol PP yang mau mendengar kondisi kami. Semoga ini jadi contoh: persoalan tidak harus selalu berakhir di meja pengadilan, bisa diselesaikan dengan kemanusiaan," ungkap Guruh.
Satu hal yang patut dicatat dari cerita ini: di tengah dunia yang kerap menuntut siapa yang salah dan siapa yang harus membayar ganti rugi, Satpol PP Karawang memilih mendahulukan pertolongan, mendengarkan kesulitan warga, dan menanggung kerugian — bukan karena mereka yang bersalah, tapi karena mereka yang melayani rakyat.
• irfan sahab

0 Komentar