Foto : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung memimpin apel penutupan Trip Observasi 2026 SMA Labschool Jakarta di Kampung Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Kamis (1/10/2026). 

Nuansametro.com - Subang | Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) hadir langsung memimpin apel penutupan Trip Observasi 2026 SMA Labschool Jakarta di Kampung Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Kamis (1/10/2026). 

Kegiatan yang diikuti 286 siswa kelas X ini menegaskan: pendidikan sejati tidak hanya berasal dari buku, melainkan dari pengalaman langsung di tengah alam dan masyarakat.

Dedi Mulyadi memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep pembelajaran yang membawa siswa turun langsung ke lingkungan desa. 

Menurutnya, inilah pengetahuan aplikatif yang kerap terlupakan dalam sistem pendidikan formal.

"Anak-anak kembali ke alam, memahami alam secara luas tahu dari mana sumber air, bagaimana menanam padi, memasak secara tradisional. Itu pengetahuan nyata yang tak selalu didapat di sekolah," ujar Dedi dengan tegas.

Ia berpesan, "Datang membawa kegelisahan, pulang membawa kebahagiaan." Pengalaman hidup sederhana di desa diharapkan membuka wawasan sekaligus menumbuhkan rasa syukur di kalangan para siswa.

Belajar Nyata, Bukan Sekadar Teori

Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, menjelaskan kegiatan ini dirancang agar siswa tidak sekadar mengamati, melainkan berbaur, berinteraksi, melakukan penelitian sederhana, hingga berkontribusi lewat bakti sosial. 

Mengusung tema "Membentuk Murid yang Mandiri, Berkarakter, dan Berbudaya Ilmiah melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", kegiatan ini menjadikan motto sekolah Iman, Ilmu, Amal hidup dalam tindakan nyata.

"Di Banceuy Kami Belajar Arti Kebersamaan"

Muhammad Alfarabi Rusadhi, perwakilan siswa, menyampaikan pengalaman yang mengubah pandangannya.

"Di sini kami melihat langsung kehidupan sederhana, gotong royong, dan saling membantu. Hal ini bisa dibaca di buku, tapi di Banceuy kami merasakannya sendiri," ungkap Alfarabi. Kehidupan yang dekat dengan alam mengajarkan lebih dari sekadar pelajaran di kelas.

Kepala Desa Sanca, Masna, turut menyambut baik kehadiran para siswa. Ia berharap pertemuan ini menjadi jembatan saling menguatkan antara generasi muda perkotaan dan masyarakat pedesaan.

Trip Observasi ini resmi ditutup dengan harapan: pengalaman di Banceuy menjadi bekal berharga bukan hanya untuk cerdas secara akademik, tetapi bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat.

 

• Irfan Sahab