![]() |
| Foto : Kondisi gedung SDN Tamanmekar1 Pangkalan Karawang |
Nuansametro.com - Karawang | Lebih dari 200 siswa SDN Tamanmekar 1, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, kini terpaksa menimba ilmu di tengah kekhawatiran nyata.
Bangunan sekolah yang menjadi tempat mereka belajar setiap hari dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan tembok rusak, kusen pintu dan jendela lapuk dimakan usia, hingga plafon yang mulai rapuh dan berpotensi ambruk kapan saja.
Situasi ini mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan dan merealisasikan rehabilitasi bangunan sekolah tersebut.
Orang tua murid dan warga meminta agar keselamatan peserta didik tidak dijadikan sekadar wacana.
"Pak Bupati, sekolah ini perbaiki biar belajarnya nyaman," ujar Elsa, siswa kelas VI, dengan harapan sederhana namun penuh makna.
Ketua Komite Sekolah, Amsar, menyampaikan kekhawatiran yang lebih mendalam, apalagi memasuki musim hujan.
"Kami khawatir atas keselamatan siswa. Apalagi sekarang menghadapi musim hujan. Bangunan ini butuh perhatian serius, bukan janji yang tertunda." Ujar Amsar.
Menurut Amsar, rencana pembangunan sekolah memang disebut sudah masuk dalam rancangan program tahun depan. Namun hingga kini belum ada kejelasan pasti kapan pengerjaan akan dimulai.
"Kami berharap ada kepastian yang benar-benar dan direalisasikan. Jangan sampai kerusakan dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Sekolah ini digunakan setiap hari oleh ratusan siswa beserta tenaga pendidik. Kondisi yang memburuk ini bukan sekadar soal kenyamanan belajar, melainkan soal nyawa.
![]() |
| Foto : Ketua Komite Sekolah, Amsar |
Musim hujan yang kini berlangsung membuat risiko keruntuhan bangunan semakin meningkat.
Warga dan komite sekolah sepakat: keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Pemerintah Kabupaten Karawang diminta segera melakukan peninjauan langsung dan mempercepat realisasi perbaikan.
Sebab, tidak ada alasan yang cukup kuat untuk membiarkan ratusan anak belajar di tempat yang membahayakan nyawa mereka.
Jangan tunggu ada korban baru, baru bertindak.
• Bodong


0 Komentar