![]() |
| Foto : Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) menggelar aksi damai bertajuk "Bukan Wartawan Pendopo", Jumat (2/10/2026). |
Nuansametro.com - Bogor | Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) menggelar aksi damai bertajuk "Bukan Wartawan Pendopo", Jumat (2/10/2026). Lewat gerakan ini, para pewarta menegaskan kemandirian pers dan mengajak seluruh elemen bangsa membersihkan Kabupaten Bogor dari jeratan korupsi yang dinilai terus berulang di setiap estafet kepemimpinan.
Ketua FWBS, Acep Mulyana, menyampaikan keprihatinan mendalam. "Kami sangat malu korupsi selalu berulang di Bogor. Apalagi wilayah ini kini menjadi halaman rumah Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Progres Lambat, Rp1,5 Miliar Sudah Disita
FWBS secara tegas mendesak KPK segera menetapkan tersangka dan menangkap oknum-oknum yang terlibat dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Bogor.
Pasalnya, sudah lebih dari sebulan publik menanti, padahal penyidik telah menyita uang tunai Rp1,5 miliar serta melakukan penggeledahan di Kantor Bappenda, Dinas Pendidikan, hingga BKSDM.
Sekretaris FWBS, Feri, menyoroti korupsi yang seolah telah menjadi budaya di kalangan oknum birokrat, yang kerap merugikan masyarakat demi kepentingan pribadi.
Gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk kompak melawan korupsi. Masyarakat pun diimbau tetap kritis mengawasi jalannya pemerintahan.
Pers Berani Suarakan Kebenaran
Aksi ini mendapat dukungan dari Ketua Umum Aspirasi Masyarakat Indonesia (AMI), Adi Prabowo. Ia memuji keberanian para jurnalis mengawal integritas daerah.
"Ini bukti nyata insan pers peduli nasib Bogor. Wartawan harus berani menyuarakan kebenaran demi hajat hidup orang banyak," tegas Adi.
FWBS menegaskan: pers tidak bisa dibungkam, tidak bisa dimiliki kepentingan kekuasaan. Rantai KKN di Bumi Tegar Beriman harus diputus sekarang juga. (***)

0 Komentar