Headline News

Anggota DPRD Jabar H. Akhmad Marzuki Hadiri Forum Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Karangreja

 

Foto : Anggota DPRD Jawa Barat Komisi IV Fraksi Partai Golkar, Akhmad Marjuki, hadir langsung menerima aspirasi.

Nuansametro.com - Bekasi | Persoalan nyata di lapangan akhirnya disampaikan langsung ke perwakilan rakyat. Dalam Forum Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Sabtu (3/10/2026), warga menyoroti fasilitas pendidikan yang membahayakan keselamatan anak hingga kemacetan yang mengancam jiwa pengguna jalan.

Anggota DPRD Jawa Barat Komisi IV Fraksi Partai Golkar, Akhmad Marjuki, hadir langsung menerima aspirasi sekaligus menegaskan, pengawasan bukan hanya tugas dewan, masyarakat berhak dan wajib ikut mengawal setiap rupiah pembangunan.

Sekolah Viral, Tembok Roboh, Atap Tak Layak

Warga bernama Adelia menyampaikan kondisi memprihatinkan SD di Desa Giri Giri, Kecamatan Sukakarya. Bangunan yang sempat viral itu kini membutuhkan perhatian serius.

"Tembok ada yang roboh, atap dan keramik sudah tak layak. Anak-anak belajar di tempat yang seharusnya sudah diperbaiki sejak lama," ungkap Adelia.

Truk Besar Berebut Jalan dengan Warga di Stasiun Lemah Abang

Tak hanya pendidikan, kemacetan di sekitar Stasiun Lemah Abang juga menjadi sorotan tajam. Sepeda motor berdesak-desakan dengan truk besar, kondisi yang dinilai sangat berisiko.

"Sudah macet, lalu harus berbagi jalan dengan truk-truk besar. Ini sangat mengkhawatirkan keselamatan kita sehari-hari," tegas Adelia.

Marjuki: Masyarakat Mata dan Telinga Pengawasan

Akhmad Marjuki menegaskan fungsi pengawasan DPRD akan dijalankan secara menyeluruh. Termasuk program yang sedang berjalan, Terminal Cikarang, rekonstruksi Jalan Makmun Nawawi–Cibarusah, jembatan Cibitung, serta pemasangan PJU di Jalan Cikarang–Cibarusah.

"Semua aspirasi dicatat dan akan didorong ditindaklanjuti sesuai kewenangan — apakah itu Pemprov, Pemkab, atau instansi pusat. Pembangunan tidak boleh lepas dari pantauan warga," ujar Marjuki.

Sekretaris Desa Karangreja, Jamhari, menyambut baik keterbukaan ini.

 "Warga jadi tahu apa yang dibangun dan wajib ikut mengawasi agar tepat sasaran," katanya.

Forum ini menegaskan satu hal: pembangunan yang baik diawasi bersama — bukan ditentukan sepihak di balik meja, melainkan diuji langsung di tengah kehidupan masyarakat.

 

• Irfan Sahab 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro