Nuansametro.com - Karawang | Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tirtasari, Kecamatan Tirtamarta, Kabupaten Karawang, tahun ini menghadirkan persaingan yang tak biasa.
Dua bakal calon kepala desa yang mendaftarkan diri pada hari terakhir pendaftaran ternyata memiliki hubungan ibu dan anak. Mereka adalah H. Tuti Komala, mantan Kepala Desa Tirtasari selama dua periode, dan putrinya, Adinda Tania Putri.
Keduanya kini harus berhadapan dalam satu arena politik desa. Namun, di balik persaingan tersebut, baik Tuti maupun Adinda sama-sama membawa satu garis besar perjuangan, melanjutkan pembangunan dan membawa Desa Tirtasari menjadi lebih baik.
Tuti yang telah memimpin Tirtasari selama kurang lebih 14 tahun mengaku masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya dituntaskan.
Karena itu, ia kembali mencalonkan diri dengan membawa komitmen melanjutkan program pembangunan yang selama ini telah berjalan.
“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga saya kembali bisa mencalonkan diri. Selama menjabat masih banyak kekurangan. Program-program yang sudah direalisasikan mudah-mudahan dapat diterima oleh masyarakat,” kata Tuti.
Jika kembali memperoleh kepercayaan masyarakat, Tuti berjanji tidak sekadar meneruskan pembangunan fisik. Ia juga ingin memperkuat pelayanan pemerintahan dan lebih aktif turun langsung menyerap persoalan warga.
Menurutnya, masih adanya pekerjaan rumah di desa membutuhkan pola pelayanan yang lebih responsif dan tidak menunggu masyarakat datang menyampaikan persoalan.
“Ke depan saya akan melanjutkan pembangunan yang masih belum terlaksana selama menjabat. Saya juga akan jemput bola untuk merampungkan PR di desa, agar tercipta Tirtasari yang sejahtera, aman, dan menjadi desa yang lebih baik,” ujarnya.
Ibu dan Anak Berhadapan
Yang membuat Pilkades Tirtasari kali ini menjadi sorotan adalah keputusan Adinda Tania Putri untuk ikut maju dan berhadapan langsung dengan ibunya sendiri.
Meski demikian, Tuti tidak melihat pencalonan putrinya sebagai persoalan. Ia justru menempatkan kontestasi tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.
Menurut Tuti, siapa pun yang nantinya mendapatkan mandat dari masyarakat harus mampu menjalankan amanah dan membawa Tirtasari ke arah yang lebih baik.
“Yang bersaing nanti adalah anak saya sendiri yang selama ini selalu memberikan dukungan. Siapapun yang dipilih masyarakat, yang pasti harus bisa membawa Tirtasari menjadi lebih baik. Itu tujuan utama kami,” tuturnya.
Sementara Adinda memilih tidak banyak memberikan pernyataan terkait pencalonannya. Ia hanya menegaskan keinginannya untuk meneruskan sejumlah program yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah selama kepemimpinan ibunya.
Adinda berharap keikutsertaannya dalam Pilkades tidak sekadar menjadi kontestasi politik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjawab harapan masyarakat Tirtasari.
Dua Nama Resmi Mendaftar
Ketua Panitia Pilkades Desa Tirtasari, Samsul Komar, membenarkan adanya dua bakal calon yang menyerahkan berkas pendaftaran pada hari terakhir.
“Di antaranya adalah H. Tuti Komala dan Adinda Tania Putri, yang merupakan anak dari Ibu Tuti Komala,” kata Samsul.
Ia memastikan kedua bakal calon telah menyerahkan dokumen dan melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan dalam proses pencalonan kepala desa.
Dengan masuknya dua nama tersebut, Pilkades Tirtasari dipastikan menyajikan kontestasi yang menarik. Hubungan darah tidak menghapus persaingan politik, tetapi keduanya tetap membawa narasi yang relatif sama: pembangunan, pelayanan masyarakat, dan masa depan Desa Tirtasari.
Kini keputusan berada di tangan masyarakat.
Tuti datang dengan pengalaman dua periode kepemimpinan dan tekad menuntaskan pekerjaan rumah. Sementara Adinda membawa energi baru dengan keinginan meneruskan sekaligus memperbaiki program yang masih belum sempurna.
Pada akhirnya, Pilkades Tirtasari bukan sekadar pertarungan ibu melawan anak. Lebih dari itu, kontestasi ini menjadi ujian bagi gagasan, rekam jejak, dan kepercayaan masyarakat dalam menentukan siapa yang akan memimpin Tirtasari pada periode berikutnya.
• Bodong
0 Komentar