Nuansametro.com - Mataram | Upaya menjaga keamanan Kota Mataram hingga waktu dini hari terus diperketat. Polda NTB melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) mengintensifkan patroli dan strong point mobile di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Patroli digelar Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 19 September 2026, dengan menyasar kawasan rawan gangguan keamanan, kompleks perumahan, hingga lokasi yang kerap menjadi titik berkumpulnya pemuda dan komunitas klub motor.
Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Puma Jatanras Polda NTB AKP Agus Eka Artha, SH., dengan melibatkan seluruh personel URC Ditreskrimum Polda NTB.
Kehadiran polisi tidak hanya difokuskan pada pemantauan situasi. Personel juga melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Petugas keamanan perumahan turut menjadi perhatian. Mereka diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian untuk menekan potensi kejahatan jalanan, terutama tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., menegaskan bahwa strong point merupakan salah satu upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus memastikan masyarakat merasa aman saat beraktivitas.
“Strong point ini merupakan upaya kepolisian dalam mencegah berbagai aksi tindak pidana maupun kejahatan jalanan dalam rangka mewujudkan harkamtibmas,” ujar Mohammad Kholid.
Menurutnya, patroli tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan Patroli Presisi Rinjani, program prioritas Kapolda NTB dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda NTB.
“Polda NTB berkomitmen memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat. Melalui langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat meminimalisir aksi kejahatan demi terwujudnya harkamtibmas yang kondusif di wilayah NTB,” tegasnya.
Tak berhenti pada patroli, hasil pemantauan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi kepolisian untuk memetakan kembali titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kejahatan.
Pemetaan tersebut menjadi penting karena pola gangguan kamtibmas dapat berubah mengikuti aktivitas masyarakat. Karena itu, kehadiran personel secara mobile di sejumlah lokasi diharapkan mampu mempersempit ruang terjadinya kejahatan sekaligus mempercepat respons ketika muncul gangguan keamanan.
Dengan patroli yang dilakukan secara berkelanjutan, Polda NTB menegaskan bahwa pengamanan malam hingga dini hari tidak hanya mengandalkan tindakan setelah kejahatan terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Patroli pun menjadi bagian dari upaya menjaga Kota Mataram tetap aman dan kondusif, terutama pada jam-jam rawan ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang dan potensi gangguan keamanan perlu diantisipasi lebih dini.
• Hms

0 Komentar