![]() |
| Foto : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu, SH, turut terlibat bersama DPMD dalam kegiatan sosialisasi Pilkades berbasis digital. (Ist) |
Nuansanetro.com - Karawang | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, mulai memasuki tahap persiapan serius. Tiga desa yang akan menggelar pesta demokrasi tingkat desa Tirtasari, Bojongsari, dan Karangsinom mendapat pembekalan melalui sosialisasi sekaligus simulasi Pilkades berbasis digital.
Kegiatan yang berlangsung Selasa (15/9/2026) itu menjadi bagian dari upaya memastikan penerapan teknologi dalam proses pemilihan dapat berjalan efektif, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.
Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang M. Saepulloh, Camat Tirtamulya Moch. Reza, Kapolsek Cikampek Kompol Aji Setiaji, anggota Koramil 0406, panitia Tim 11, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu, SH, turut terlibat bersama DPMD dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari pengawasan kolaboratif sekaligus memberikan pemahaman kepada penyelenggara di tingkat desa terkait mekanisme Pilkades berbasis digital.
Dalam simulasi, peserta diperkenalkan dengan sejumlah tahapan pemilihan, mulai dari tata cara penggunaan sistem digital, proses pemungutan suara hingga mekanisme penghitungan suara.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan tidak sekadar memangkas proses administratif, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Pilkades.
Sri Rahayu menegaskan, kesiapan penyelenggara dan masyarakat menjadi faktor penting sebelum sistem digital diterapkan dalam pemungutan suara.
Menurutnya, teknologi harus berjalan beriringan dengan sosialisasi yang memadai. Masyarakat perlu memahami bagaimana sistem bekerja sehingga tidak menimbulkan kebingungan ketika pelaksanaan Pilkades berlangsung.
"Pemanfaatan teknologi harus dibarengi dengan sosialisasi yang memadai agar masyarakat memahami proses dan dapat turut menjaga pelaksanaan pemilihan yang demokratis," ujar Sri Rahayu.
Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, DPMD, panitia Pilkades, BPD, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan aspek teknis maupun pengawasan berjalan secara optimal.
Dengan tiga desa yang akan melaksanakan Pilkades, kesiapan sistem dan sumber daya manusia menjadi perhatian tersendiri.
Jangan sampai perubahan dari mekanisme konvensional menuju sistem digital justru menimbulkan persoalan baru di lapangan akibat minimnya pemahaman penyelenggara maupun pemilih.
Karena itu, simulasi menjadi ruang penting untuk menguji kesiapan sebelum tahapan pemungutan sukara sebenarnya dilaksanakan.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap panitia, pemerintah desa, BPD, dan masyarakat di Tirtamulya memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme Pilkades berbasis digital.
Penerapan sistem digital pada akhirnya bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan proses demokrasi di tingkat desa tetap transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat. (***)

0 Komentar