![]() |
| Foto : Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna. (Ist) |
Nuansametro.com - Jakarta | Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan rotasi dan mutasi sejumlah pejabat struktural lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Keputusan tertuang dalam Surat Keputusan Nomor Kep-IV-10422/C/09/2026 tertanggal 22 September 2026, ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan Hendro Dewanto.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna mengonfirmasi keabsahan keputusan tersebut, Jumat (25/9/2026).
Enam belas posisi berganti pemegang, mencakup Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di berbagai daerah hingga pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung:
No Nama Jabatan Lama Jabatan Baru
1 La Kanna Kasubdirektorat Eksekusi & Eksaminasi JAMPidum Kejagung Kajari Palopo
2 Antonius Despinola Kajari Jakarta Pusat Kasubdirektorat Eksekusi & Eksaminasi JAMPidum Kejagung
3 Oktafian Syah Effendi Asintel Kejati Riau Kajari Jakarta Pusat
4 Fitriansyah Akbar Kajari Banjarnegara Asintel Kejati Riau
5 Sulasman Kajari Sambas Kajari Banjarnegara
6 Efrivel Kajari Maluku Barat Daya Kajari Sambas
7 Yafeth Ruben Bonai Koordinator Kejati Gorontalo Kajari Maluku Barat Daya
8 Fithrah Kabid Manajemen Pengelolaan Aset BPA Kejagung Kajari Bukittinggi
9 Marcelo Bellah Kajari Jakarta Selatan Kabid Manajemen Pengelolaan Aset BPA Kejagung
10 Armen Wijaya Kasubdirektorat Tipikor & TPPU JAMPidsus Kejagung Kajari Jakarta Selatan
11 Agus Setiadi AsPidum Kejati Jawa Barat Kasubdirektorat Tipikor & TPPU JAMPidsus Kejagung
12 Syahrul Juaksha Subuki Kajari Jakarta Utara AsPidum Kejati Jawa Barat
13 Roy Riady Asisten Pemulihan Aset Kejati Lampung Kajari Jakarta Utara
14 Rudhy Parhusip Kajari Ogan Komering Ulu Asisten Pemulihan Aset Kejati Lampung
15 Kristanto Trinoviandri Kajari Kepulauan Morotai Kajari Ogan Komering Ulu
16 Safri Abdul Muin Kabag TU Kejati Maluku Utara Kajari Kepulauan Morotai
Rotasi ini mencakup pertukaran jabatan strategis baik di pusat maupun daerah, mencakup wilayah Jakarta, Jawa Barat, Riau, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, hingga Maluku dan Maluku Utara.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penyegaran kepemimpinan guna menjaga kinerja, integritas, dan efektivitas penegakan hukum di seluruh jajaran Kejaksaan.
• zul

0 Komentar