Headline News

Pengawas Proyek Rehabilitasi SDN Cikande II Pastikan Pembesian Sesuai RAB

Foto : Pekerjaan rehabilitasi ruang kelas di SDN Cikande II, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang,

Nuansametro.com – Karawang | Pekerjaan rehabilitasi ruang kelas di SDN Cikande II, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian di tengah pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar, dengan nama pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kelas Sedang SDN Cikande II Kecamatan Cilebar.

Proyek tersebut memiliki nilai sekitar Rp391 juta, dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender. Pekerjaan dipercayakan kepada CV Bambu Runcing, dengan jadwal pelaksanaan mulai 6 Agustus hingga 4 November 2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan pekerjaan konstruksi tengah berjalan. Sejumlah tahapan pekerjaan dilakukan untuk mengejar penyelesaian sesuai waktu yang tercantum dalam kontrak.

Di tengah pelaksanaan tersebut, aspek kualitas konstruksi menjadi perhatian, khususnya menyangkut kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Mandor lapangan, Wahyu, mengatakan pekerjaan rehabilitasi ruang kelas tersebut berjalan kondusif. Ia mengakui terdapat sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki, namun pihak pelaksana berupaya menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah pekerjaan rehabilitasi ruang kelas di SDN Cikande II berjalan kondusif. Memang ada beberapa hal yang kurang, tetapi kami sudah berusaha sebaik mungkin,” ujar Wahyu.

Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) serta RAB yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang.

“Pro dan kontra itu sudah biasa karena masyarakat tentunya menginginkan hasil yang terbaik. Kami sebagai pelaksana bekerja berdasarkan juknis dan RAB yang ditentukan oleh dinas,” katanya.

Pengawas Akui Ada Kekeliruan Pada Cincin Pembesian

Sementara itu, Aji selaku pengawas pekerjaan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap pekerjaan pembesian di lapangan.

Ia memastikan secara umum pembesian telah mengacu pada spesifikasi dan RAB. Namun, dalam pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian pada bagian cincin pembesian.

“Untuk pembesian sudah sesuai dengan spesifikasi dan RAB. Tadi saat dicek, yang menjadi persoalan hanya di cincin,” ujar Aji.

Menurutnya, temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meminta pelaksana mengganti bagian yang dinilai tidak sesuai.

“Alhamdulillah kami selaku pengawas sudah mengeceknya langsung dan meminta cincin tersebut diganti. Sekarang sudah diganti oleh pelaksana,” katanya.

Dengan demikian, Aji menegaskan persoalan tersebut telah diperbaiki oleh pihak pelaksana dan tidak dibiarkan berlanjut pada pekerjaan berikutnya.

Kualitas Jadi Taruhan Proyek Pendidikan

Rehabilitasi ruang kelas sekolah bukan sekadar pekerjaan konstruksi. Hasil proyek tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar siswa.

Karena itu, kualitas pekerjaan menjadi hal penting yang perlu dijaga hingga proyek benar-benar rampung. Terlebih, anggaran yang digunakan berasal dari APBD yang merupakan uang publik.

Masyarakat dan orang tua siswa tentu berharap pekerjaan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan bangunan yang layak, aman, kokoh, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Keterbukaan informasi proyek, pengawasan di lapangan, serta kesigapan memperbaiki setiap temuan menjadi bagian penting agar penggunaan anggaran publik benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Hingga pekerjaan selesai pada 4 November 2026 mendatang, perhatian publik tentu akan tertuju pada kualitas akhir bangunan serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan RAB yang telah ditetapkan.



Kojek


0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro