Headline News

Ngecrok Tutut Sajedingna Semarakkan BUMDes Festival Jabar 2026

Foto : Kekayaan budaya lokal yang dikemas secara unik melalui kegiatan “Ngecrok Tutut Sajedingna.”

Nuansametro.com - Kuningan | Suasana kebersamaan mewarnai gelaran BUMDes Festival Jawa Barat 2026 yang digelar di Kabupaten Kuningan, 29–30 Agustus 2026. Tidak hanya menjadi ajang promosi potensi dan produk unggulan desa, festival tersebut juga menghadirkan kekayaan budaya lokal yang dikemas secara unik melalui kegiatan “Ngecrok Tutut Sajedingna.”

Festival semakin meriah pada hari kedua dengan hadirnya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. 

Kehadiran orang nomor tiga di lingkungan Pemprov Jabar tersebut turut memperkuat pesan bahwa BUM Desa memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengembangkan potensi wisata di tingkat desa.

Kegiatan BUMDes Festival Jabar 2026 sendiri diikuti berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pengelola BUM Desa. 

Sebanyak 13 stand dari Kabupaten Kuningan serta 18 perwakilan Forum BUM Desa se-Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Herman Suryatman memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival yang digagas Forum BUM Desa Merah Putih

Menurutnya, BUM Desa tidak boleh hanya menjadi lembaga administratif, tetapi harus mampu tampil sebagai kekuatan ekonomi baru di desa.

“BUM Desa diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di desa, baik di bidang ekonomi maupun wisata,” ujar Herman.

Menurut Herman, pengembangan desa wisata setidaknya harus ditopang konsep 3A, yakni accessibility, amenity, dan attraction.

Accessibility berkaitan dengan kemudahan akses menuju destinasi wisata, termasuk kondisi jalan. Sementara amenity mencakup ketersediaan fasilitas pendukung seperti akomodasi, penginapan, maupun homestay yang harus dibarengi dengan kebersihan dan kenyamanan.

Adapun unsur ketiga adalah attraction, yakni daya tarik wisata yang dapat berupa seni, budaya, tradisi, hingga kuliner khas masyarakat setempat.

Herman menilai kegiatan “Ngecrok Tutut Sajedingna” merupakan contoh konkret bagaimana tradisi lokal dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Ini salah satu budaya yang harus dilestarikan. Selain murah meriah, tutut juga mengandung protein hewani, zat besi, dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang. Dengan adanya Festival BUMDes ini, kegiatan ngecrok tutut cocok sekali menjadi salah satu atraksi budaya,” katanya.

Suasana semakin cair ketika Herman melontarkan candaan saat mengikuti kegiatan tersebut.

“Lomba tutut harus punya mental juga, yakni mental tebal muka dan tebal bibir,” ucap Herman disambut suasana meriah peserta.

Di balik kemeriahan tersebut, Herman menegaskan bahwa seluruh potensi desa harus dikolaborasikan dengan BUM Desa. 

Menurutnya, keberadaan BUM Desa harus mampu menghubungkan potensi ekonomi, budaya, pariwisata, dan kreativitas masyarakat agar menghasilkan manfaat nyata bagi desa.

“Semua itu tentunya harus dikolaborasikan dengan BUM Desa, karena BUM Desa menjadi salah satu motor penggerak di desa,” tegasnya.

Menutup rangkaian BUMDes Festival Merah Putih, Herman juga berkesempatan mengunjungi sejumlah stand BUM Desa. 

Ia mendorong para pengelola BUM Desa untuk terus berinovasi dan tidak berhenti menciptakan produk maupun model usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing desa.

Pesan Herman cukup tegas, kekuatan desa tidak hanya dibangun dari infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan ekonominya.

“Desa kuat lahir dari tumbuhnya perekonomian desa. Untuk itu, BUM Desa harus bisa mengelola perekonomian desa secara profesional,” tegas Herman.

Pesan tersebut sekaligus menjadi catatan penting di tengah upaya memperkuat BUM Desa di Jawa Barat. Festival tidak cukup hanya menjadi panggung seremonial dan pameran produk. 

Lebih dari itu, BUM Desa dituntut mampu membangun usaha yang sehat, inovatif, profesional, serta benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BBPPMDDT) Jakarta, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, serta unsur pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.


(Dispi 04)


0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro