Headline News

Milangkala ke-45 Desa Walahar, Saat Kades Turun ke Jalan, Pikul Ogoh-Ogoh Bersama Warga

Foto : Di tengah hiruk-pikuk hajatan desa, Kepala Desa Walahar H. Adi Supriadi justru memilih turun langsung berbaur bersama masyarakat. (Oca)

Nuansametro.com - KARAWANG | Perayaan Milangkala ke-45 Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, tahun 2026, tidak sekadar menjadi panggung seremonial. Di tengah hiruk-pikuk hajatan desa, Kepala Desa Walahar H. Adi Supriadi justru memilih turun langsung berbaur bersama masyarakat.

Bukan hanya berdiri di atas panggung atau menyaksikan rangkaian acara dari kejauhan, H. Adi ikut larut dalam tradisi warga. 

Ia bahkan turut memikul ogoh-ogoh berbentuk banteng dalam karnaval yang diikuti masyarakat dari berbagai kedusunan dan lingkungan RT di Desa Walahar.

Momen tersebut menjadi gambaran kuat tentang semangat manunggal tradisi—pemimpin dan masyarakat berada dalam satu barisan, menjaga sekaligus merawat warisan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Rangkaian Milangkala Desa Walahar ke-45 berlangsung meriah. Mulai dari hajat bumi, siraman rohani, peringatan Maulid Nabi, hingga pertunjukan berbagai kesenian tradisional seperti sisingaan dan jaipongan.

Kemeriahan semakin terasa ketika setiap kedusunan dan lingkungan RT menampilkan kreativitasnya melalui karnaval ogoh-ogoh.

Di tengah arak-arakan tersebut, H. Adi tampak antusias ikut mengangkat ogoh-ogoh banteng bersama warga. Tradisi gotong royong itu bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan komitmen untuk menjaga keselamatan serta kemajuan desa.

Bagi pemerintah desa, pelestarian adat dan kesenian lokal menjadi bagian penting dari pembangunan masyarakat. Sebab, kemajuan sebuah desa tidak semata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu mempertahankan identitas dan kebudayaannya.

Bukan Sekadar Perayaan

Memasuki malam puncak, kemeriahan Milangkala Desa Walahar kembali pecah. Pemerintah desa menghadirkan hiburan bagi masyarakat dengan penampilan Bagindas Band yang dipusatkan di halaman Kantor Pemerintah Desa Walahar.

Di hadapan masyarakat, H. Adi Supriadi menegaskan bahwa Milangkala ke-45 bukan sekadar perayaan tahunan.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus mengangkat potensi seni dan budaya yang dimiliki Desa Walahar.

“Peringatan Milangkala ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus mengangkat dan melestarikan potensi seni dan budaya,” ujarnya.

H. Adi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Walahar yang telah ikut menyukseskan rangkaian kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada unsur TNI-Polri, para donatur, serta sponsor, khususnya mereka yang berada di wilayah pemerintahan Desa Walahar.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Milangkala tidak lepas dari dukungan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Kini, memasuki usia 45 tahun, Desa Walahar diharapkan semakin matang dalam menatap masa depan. Bukan hanya semakin maju secara pembangunan, tetapi juga semakin kuat dalam menjaga kebersamaan, tradisi, dan identitas budaya masyarakatnya.

“Semoga dengan bertambahnya usia 45 tahun, Desa Walahar semakin dewasa dan terus banyak berbenah menjadi lebih baik lagi,” harap H. Adi.

Milangkala akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah desa. Ia menjadi pengingat bahwa ketika pemimpin mau turun dan berjalan bersama rakyat, tradisi tidak sekadar dipertontonkan tetapi benar-benar dihidupkan.


Oca

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro