![]() |
| Foto : Sehari setelah pesta demokrasi desa berlangsung, Luki menggelar hiburan rakyat berupa pertunjukan kesenian Jaipongan “Oceng Lancip” di Lapangan Bola Bojongsari, Jumat malam (25/9/2026). |
Nuansametro.com - Bekasi | Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi telah berakhir. Di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, kemenangan Luki Setiawan tidak hanya menjadi penanda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk merajut kembali persatuan warga setelah perbedaan politik selama tahapan pemilihan.
Sehari setelah pesta demokrasi desa berlangsung, Luki menggelar hiburan rakyat berupa pertunjukan kesenian Jaipongan “Oceng Lancip” di Lapangan Bola Bojongsari, Jumat malam (25/9/2026).
Ribuan warga memadati lokasi. Pertunjukan diawali penampilan penari lokal Tiga Putri asal Bojongsari dan dihadiri berbagai elemen masyarakat serta sejumlah tokoh desa.
Di hadapan warga, Luki menegaskan bahwa kemenangan dalam Pilkades tidak boleh menjadi alasan untuk mempertahankan sekat antarkelompok.
Menurutnya, seluruh tahapan kompetisi politik desa harus diakhiri dengan rekonsiliasi. Setelah pemungutan suara selesai, tidak boleh ada lagi pengelompokan berdasarkan nomor calon.
“Hiburan ini adalah ajang silaturahmi seluruh warga Desa Bojongsari. Sekarang tidak ada lagi massa nomor 1, massa nomor 2, atau massa nomor 3. Semuanya sudah menjadi keluarga besar Desa Bojongsari,” ujar Luki.
Pesan rekonsiliasi itu kemudian diperkuat dengan ajakan untuk meninggalkan atribut dan warna politik yang sebelumnya melekat selama masa kampanye.
“Kita tanggalkan semua warna kuning, warna merah, warna ungu, tidak ada lagi. Kita adalah satu kesatuan keluarga besar Desa Bojongsari,” katanya.
Luki menilai persatuan warga merupakan modal penting untuk membangun desa. Ia mengajak seluruh masyarakat tanpa memandang pilihan politik untuk bersama-sama mengawal pembangunan Bojongsari.
“Insya Allah, kalau kita bersama-sama, kita bisa membangun Desa Bojongsari yang lebih maju, kuat, dan sejahtera,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Pria yang akrab disapa A Luki itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan para pendukung yang telah ikut menyukseskan pelaksanaan Pilkades. Ia meminta masyarakat menjaga keamanan dan kondusivitas desa setelah seluruh proses pemilihan selesai.
“Sekali lagi, A Luki mengucapkan banyak terima kasih. Mohon jaga kondusivitas, keamanan,” tuturnya.
Unggul 2.775 Suara
Luki Setiawan berhasil memenangkan Pilkades Bojongsari untuk masa jabatan 2026–2034. Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir, Luki memperoleh 2.775 suara.
Ia mengungguli calon lainnya, termasuk petahana Mulyana S. Muslim yang memperoleh 2.291 suara. Sementara calon lainnya, Rofi Alawi, meraih 334 suara.
Hasil tersebut mengantarkan Luki sebagai kepala desa terpilih Bojongsari untuk periode delapan tahun ke depan.
Namun, kemenangan dalam kontestasi politik desa kini menghadirkan tantangan baru. Setelah suara dihitung dan pemenang ditetapkan, pekerjaan sesungguhnya adalah memastikan tidak ada lagi warga yang merasa menjadi bagian dari kubu yang kalah.
Pesan yang disampaikan Luki di panggung hiburan rakyat menjadi sinyal bahwa kepemimpinannya ingin dimulai dengan rekonsiliasi.
Pilkades telah selesai. Nomor urut telah ditinggalkan. Kini, seluruh warga Bojongsari ditantang untuk membuktikan bahwa perbedaan pilihan politik tidak harus berubah menjadi perpecahan sosial.
NANA

0 Komentar