![]() |
| Foto : Halim Topan saat lakukan Konsolidasi bersama tim, relawan, serta warga dari sejumlah dusun di Desa Wadas. |
Nuansametro.com - Karawang | Persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Karawang pada 22 November 2026 mulai menghangat. Di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, para kandidat mulai memperkuat mesin politik dan mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat.
Salah satu kandidat yang mulai aktif menggalang dukungan adalah Halim Topan. Konsolidasi dilakukan bersama tim, relawan, serta warga dari sejumlah dusun di Desa Wadas.
Pertemuan yang berlangsung di kediamannya di Dusun Wadas Pintu Air dihadiri warga secara bergelombang.
Sejumlah perwakilan masyarakat juga datang menyampaikan aspirasi sekaligus menyerahkan data dukungan kepada tim.
Di hadapan relawan dan pendukungnya, Halim menegaskan keinginannya membawa Desa Wadas menjadi desa yang lebih tertata, maju, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang semakin baik.
“Desa Wadas adalah wajah depan Kabupaten Karawang. Kita harus menata desa ini menjadi lebih baik, baik pembangunan fisik maupun sumber daya manusianya. Perubahan Desa Wadas ada di tangan kita. Desa Wadas harus bahagia,” ujar Halim.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi semangat yang dikemas dalam tagline “Desa Wadas Bahagia.”
Klaim Dukungan 61,9 Persen
Dalam agenda konsolidasi tersebut, Mahar Kurnia turut memaparkan hasil pemetaan internal terkait partisipasi publik dan dukungan terhadap Halim Topan.
Mahar menyebut pemetaan telah dilakukan sejak April 2026 melalui tim lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Metode yang digunakan tim disebut LISA (Low Investigation and Strong Analisa) dengan koresponden dan sampling masyarakat di tiga wilayah, yakni Dusun Karaba, Dusun Ciherang, dan Dusun Wadas.
Berdasarkan rekap internal untuk periode 4 Juli hingga 4 September 2026, Mahar menyebut tingkat dukungan yang teridentifikasi terhadap Halim mencapai 61,9 persen.
Namun, angka tersebut ditegaskan bukan hasil survei resmi dan tidak dapat dijadikan jaminan kemenangan.
“Ini adalah potret awal berdasarkan masyarakat yang menjadi koresponden dalam sampling yang kami lakukan. Dinamika politik masih sangat mungkin berubah. Masih ada waktu sampai pemungutan suara dan masih terdapat masyarakat yang belum menentukan pilihan,” kata Mahar.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting. Sebab, menjelang hari pencoblosan, peta dukungan di tingkat desa sangat mungkin berubah seiring intensitas kampanye, komunikasi antarpendukung, serta munculnya pilihan masyarakat yang sebelumnya belum menentukan sikap.
Pengalaman Mantan Ketua BPD Jadi Modal
Halim Topan juga membawa pengalaman sebagai mantan Ketua BPD Desa Wadas sebagai salah satu modal pencalonannya.
Pengalaman tersebut dinilai memberikan bekal pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan desa, mekanisme kelembagaan, sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Statusnya sebagai warga asli Wadas juga menjadi bagian dari narasi politik yang dibangun.
Namun, pengalaman dan hasil pemetaan internal tetap bukan penentu akhir. Dalam Pilkades, keputusan berada di tangan masyarakat yang memberikan suara pada hari pemungutan.
Bukan Sekadar Mengejar Angka
Bagi tim Halim, konsolidasi yang dilakukan tidak semata-mata mengejar angka dukungan. Tim mengklaim fokus membangun komunikasi dengan masyarakat di berbagai wilayah desa.
Relawan didorong turun langsung ke lapangan, mendengarkan persoalan warga, menjaga komunikasi, serta menyampaikan gagasan pembangunan secara santun.
Mahar menegaskan angka 61,9 persen bukan garis akhir perjuangan.
“Angka hari ini bukan garis finis. Ini baru bagian dari perjalanan. Yang paling penting adalah bagaimana tim menjaga kepercayaan masyarakat, bekerja secara konsisten, dan menghadirkan gagasan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga Wadas,” ujarnya.
Dengan waktu menuju 22 November 2026 yang semakin dekat, kontestasi Pilkades Wadas berpotensi semakin dinamis.
Halim Topan kini membawa satu pesan utama, "Desa Wadas Bahagia."
Tagline tersebut akan diuji bukan hanya melalui konsolidasi dan pemetaan dukungan, tetapi melalui kemampuan kandidat meyakinkan masyarakat bahwa gagasan perubahan yang ditawarkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan Desa Wadas.
Pada akhirnya, angka dukungan di atas kertas bukanlah suara di bilik pemungutan. Penentu sebenarnya adalah pilihan masyarakat Desa Wadas pada 22 November 2026. (***)

0 Komentar