![]() |
| Foto : Aktivis Bogor, Dinal Gusti |
Nuansametro.com - Bogor | Identitas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terekam video diduga sedang bermain judi online di dalam ruang kantor semakin terang benderang. Sosok berinisial DR, pegawai UPT Pajak Daerah Citeureup, kini menjadi sorotan publik setelah upaya penutupan fakta justru menguatkan dugaan pelanggaran berat tersebut.
Bukti semakin mengeras setelah muncul pengakuan langsung dari perantara bernama IB yang menghubungi Pemimpin Redaksi Nuansa Metro, Endang Nupo.
IB mengaku dihubungi langsung oleh DR untuk meminta pertemuan, sekaligus memohon agar pemberitaan dihapus atau ditarik dari situs www.nuansametro.com.
"Mohon lah bang, bisa kan beritanya dibersihin dulu? Kita nanti ketemu sambil ngopi saja," demikian permohonan IB yang mengindikasikan DR merasa ketakutan dan enggan menjawab panggilan media.
Langkah ini memunculkan dugaan kuat, apakah ini upaya meredam berita, menutup-nutupi kesalahan, atau pengakuan tersirat atas fakta yang terjadi?
Saat media mendatangi kantor UPT Pajak Daerah Citeureup, DR tidak ditemukan. Pihak keamanan menyatakan bahwa sejak pagi pegawai tersebut belum hadir. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari Nuansa Metro pun tak dijawab.
Yang lebih mengherankan, pimpinan justru ikut bungkam. Sekretaris Bappenda Kabupaten Bogor Irwan Susanto tak merespons sama sekali konfirmasi yang disampaikan Nuansa Metro.
Begitu pula Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat dikonfirmasi nuansa metro melalui pesan singkat WhatsApp dan telpon selulernya malah diam seribu bahasa.
Kesunyian para pejabat ini memicu kecurigaan baru, apakah ada upaya perlindungan terhadap oknum yang melanggar aturan kedisiplinan ASN?
![]() |
| Foto : Tangkapan layar video seorang Oknum ASN yang diduga main judi online |
Aktivis Kabupaten Bogor, Dinal Gusti, menyayangkan sikap para pemimpin tersebut. Ia menegaskan, jika tidak ada tindakan tegas, pihaknya akan melapor ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan aparat penegak hukum, bahkan tak menutup kemungkinan menggelar demonstrasi besar-besaran.
"Kalau pimpinan diam saja, kami tidak akan diam. Ini bukan sekadar kesalahan pribadi, ini mencoreng nama baik instansi dan pemerintahan. Jika perlu, kami turun ke jalan," tegas Dinal dengan nada tak kompromi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bappenda maupun Pemkab Bogor terkait kasus yang meresahkan ini.
Publik kini menanti, apakah akan ada tindakan tegas, atau sekadar pembiaran demi menutup aib?
Nuansa Metro akan terus memantau perkembangan kasus ini.
• e'Nupo


0 Komentar