Headline News

BUM Desa Festival Jabar 2026, FBMP Kobarkan “Virus Kolaborasi” Untuk Dongkrak Ekonomi Desa

Foto ; Ketua Umum DPP Forum BUM Desa Merah Putih, Guntur Eko Irianto

Nuansametro.com - Kuningan | Forum BUM Desa Merah Putih (FBMP) menegaskan komitmennya untuk mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) agar semakin profesional, memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, sekaligus mampu menembus akses pasar yang lebih luas.

Komitmen tersebut mengemuka dalam gelaran BUM Desa Festival Jabar 2026 yang berlangsung di kawasan Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, pada 29–30 Agustus 2026.

Ketua Umum DPP Forum BUM Desa Merah Putih, Guntur Eko Irianto, mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan antarpelaku BUM Desa, tetapi juga menjadi momentum membangun jejaring dan kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa.

Menurut Guntur, kolaborasi yang terbangun dalam festival menjadi bukti keseriusan FBMP dalam membuka jaringan, baik antarsesama BUM Desa maupun dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap pengembangan ekonomi desa.

“Kolaborasi ini adalah membangun sebuah rantai nilai yang lebih terintegrasi,” ujar Guntur.

Ia menjelaskan, FBMP memiliki peran dalam melakukan pendampingan, meningkatkan kapasitas SDM pengurus BUM Desa, serta membantu memetakan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing daerah.

Di sisi lain, JARSANAS diarahkan untuk memperluas jaringan kemitraan, membuka akses pasar, serta mendorong penyerapan produk BUM Desa melalui skema agregasi dan offtaker yang disesuaikan dengan kebutuhan serta standar pasar.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memutus persoalan klasik yang selama ini kerap dihadapi BUM Desa: mampu menghasilkan produk, tetapi kesulitan memasarkannya.

“Diharapkan BUM Desa tidak lagi menghadapi persoalan klasik, mampu memproduksi tetapi kesulitan menjual,” tegas Guntur.

Menurutnya, penguatan ekosistem kolaboratif antara JARSANAS, FBMP, BUM Desa, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai mitra strategis harus diarahkan pada hasil yang konkret.

Targetnya bukan sekadar menghasilkan kegiatan, tetapi mendorong potensi desa bergerak dari produksi menuju kepastian pasar, dari potensi menuju transaksi, serta dari kegiatan usaha menuju keberlanjutan ekonomi.

Namun, Guntur menilai penguatan akses pasar tidak akan cukup tanpa dibarengi peningkatan kualitas SDM.

“BUM Desa tidak akan berjalan tanpa SDM yang mumpuni,” katanya.

Karena itu, profesionalisasi pengurus BUM Desa menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan. 

Pengurus dituntut tidak hanya memahami administrasi kelembagaan, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, membaca peluang bisnis, membangun kemitraan, hingga memahami kebutuhan pasar.

Guntur juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan BUM Desa Festival Jabar 2026. 

Menurutnya, kehadiran berbagai pemangku kepentingan dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan ekonomi desa membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam mendorong pengembangan dan peningkatan kapasitas BUM Desa serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Ia berharap momentum festival tidak berhenti sebatas seremoni. Setelah kegiatan berakhir, harus muncul kerja sama nyata yang memberikan dampak langsung terhadap BUM Desa.

“Kami berharap setelah festival ini akan lahir kerja sama nyata, penguatan kapasitas, akses pasar, dan program-program lanjutan yang benar-benar memberikan manfaat bagi BUM Desa,” tutur Guntur.

FBMP bersama JARSANAS, lanjut dia, juga berkomitmen memperluas gerakan kolaborasi ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti di sini. Insya Allah dalam waktu dekat kami dari JARSANAS dan FBMP akan terus menyebarkan virus kolaborasi dengan memperkenalkan produk, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan dengan provinsi lainnya,” pungkasnya.


• dispi 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro