![]() |
| Foto : Muhammad Adi Whijaya, atau yang akrab disapa Bang Oncom |
Nuansametro.com - Karawang | Kesuksesan ternyata tak selalu harus ditunjukkan dengan kemewahan. Bagi Muhammad Adi Whijaya, atau yang akrab disapa Bang Oncom, berkembang dalam bisnis justru menjadi kesempatan untuk berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pengusaha muda yang dikenal sederhana, ramah dan dermawan itu kembali melebarkan sayap usahanya dengan membuka cabang baru Es Teh Poci di kawasan Cengkong, tepatnya di depan Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Namun, ada hal yang membuat pembukaan cabang kali ini berbeda. Di tengah aktivitas bisnisnya, Bang Oncom menyisihkan ruang untuk membangun mushola dan toilet yang dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat.
Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi warga, pedagang sekitar, pelanggan hingga pejalan kaki yang membutuhkan tempat untuk beribadah maupun sekadar beristirahat.
Pembukaan cabang baru itu ditandai dengan acara tasyakuran pada Minggu (13/9/2026). Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh keakraban. Sejumlah unsur masyarakat turut hadir, di antaranya jajaran Polsek Purwasari, tokoh masyarakat, para pedagang Pasar Cengkong, kerabat serta pelanggan setia.
Sang istri juga tampak hadir mendampingi. Sosok yang selama ini disebut setia memberikan dukungan kepada Bang Oncom dalam perjalanan merintis usaha dari nol hingga berkembang dan memiliki sejumlah cabang di berbagai wilayah.
Dari Nol, Kini Punya Banyak Cabang
Nama Bang Oncom dikenal di kalangan pelanggan Es Teh Poci bukan hanya karena perkembangan usahanya, tetapi juga karena konsistensinya menjaga cita rasa dan kualitas produk.
Pelanggan pun datang dari berbagai wilayah, termasuk hingga pelosok daerah.
Meski usahanya terus berkembang, Bang Oncom memilih tetap tampil sederhana. Sikap ramah, humoris dan mudah bergaul membuatnya dekat dengan pelanggan maupun masyarakat di sekitar tempat usahanya.
Bagi Bang Oncom, kesuksesan bukan alasan untuk menjaga jarak dari masyarakat.
Sebaliknya, semakin usaha berkembang, semakin besar pula manfaat yang ingin diberikan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa tasyakuran untuk cabang baru di Cengkong. Saya ingin usaha ini bukan cuma soal jualan Es Teh Poci, tapi juga bisa jadi manfaat untuk orang banyak,” ujar Bang Oncom.
Ia mengatakan, pembangunan mushola dan toilet tersebut merupakan bagian dari ikhtiarnya agar keberadaan tempat usaha tidak hanya memberikan keuntungan secara ekonomi.
“Makanya saya bangun mushola kecil dan toilet. Saya gratiskan untuk siapa saja, pedagang, pembeli, pejalan kaki yang mau salat atau istirahat. Gratis, tidak dipungut biaya,” katanya.
Menurutnya, perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah merasakan jatuh bangun sebelum akhirnya mampu mengembangkan bisnisnya.
“Saya memulai semua ini dari nol. Jatuh bangun itu biasa. Kuncinya cuma satu, jaga kualitas, jaga kejujuran, dan jangan pernah malu tampil sederhana,” tuturnya.
Ia juga meyakini bahwa berbagi dan membantu sesama merupakan bagian dari jalan menuju keberkahan.
“Kalau kita dermawan sama orang, insyaallah rezeki akan balik lagi ke kita. Semoga cabang di Cengkong ini bisa jadi berkah untuk warga Purwasari dan sekitarnya,” tambahnya.
Bisnis Tumbuh, Kepedulian Ikut Diperluas
Langkah Bang Oncom mendapat apresiasi dari salah seorang tokoh masyarakat Desa Cengkong.
Menurutnya, tidak banyak pengusaha yang menyediakan fasilitas umum secara cuma-cuma di tengah kawasan usaha.
Keberadaan mushola dan toilet gratis dinilai menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat, terutama para pedagang dan pengguna jalan yang beraktivitas di kawasan Cengkong.
“Ini bukan hanya soal tempat usaha. Ada kepedulian yang dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.
Kisah Bang Oncom pun menjadi gambaran bahwa keberhasilan membangun bisnis tidak harus membuat seseorang meninggalkan kesederhanaan.
Dari usaha yang dirintis dari nol, kini bisnisnya terus berkembang. Namun di tengah ekspansi tersebut, ia memilih menyisakan ruang untuk berbagi.
Bagi Bang Oncom, membangun usaha bukan sekadar mengejar omzet. Ada keberkahan yang ingin ditanam, ada manfaat yang ingin ditinggalkan.
• Fitri

0 Komentar