Headline News

393 Tahun Karawang, Elyasa Budianto: "Tua Dalam Usia, Tapi Belum Beranjak Maju"

Foto : Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang, Elyasa Budianto

Nuansametro.com-Karawang | Memasuki usia ke-393 tahun, Kabupaten Karawang kembali dihadapkan pada pertanyaan besar: sejauh mana pembangunan benar-benar mengubah kehidupan masyarakat?

Di tengah geliat kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi, sejumlah persoalan mendasar dinilai masih menjadi pekerjaan rumah. 

Mulai dari infrastruktur jalan, kemacetan, transportasi publik, hingga rasa keadilan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Kritik tersebut disampaikan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang, Elyasa Budianto, saat menyoroti perjalanan pembangunan Karawang dari masa ke masa.

Menurut Elyasa, usia 393 tahun seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara serius, bukan sekadar perayaan seremonial.

"393 tahun adalah usia yang panjang. Hampir 400 tahun. Pertanyaannya, apakah Karawang di tahun 2020-an ini sudah benar-benar maju?" ujar Elyasa, Sabtu (11/9/2026).

Ia bahkan membandingkan kondisi Karawang sejak era 1980-an, 1990-an hingga sekarang. Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang dianggap tidak mengalami perubahan signifikan.

"Khususnya bagi generasi yang lahir tahun 60-an, kondisi tahun 80-an, 90-an sampai 2024 ini rasanya sama saja. Tidak ada perbedaan yang berarti," katanya.

Jalan Bertambah Padat, Infrastruktur Dinilai Jalan di Tempat

Salah satu sorotan utama Elyasa adalah persoalan infrastruktur jalan.

Ia menilai pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas serta kualitas jaringan jalan.

Sejumlah ruas yang menjadi perhatiannya antara lain jalur Karawang-Rengasdengklok, Karawang-Telagasari-Cilamaya, hingga Karawang-Loji.

"Jalannya sama saja. Tidak bertambah lebar. Padahal jumlah masyarakat bertambah, kendaraan bermotor tambah banyak, tetapi angkutan umum justru berkurang," ujarnya.

Menurut Elyasa, kondisi tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengguna sepeda motor.

Ia juga menyinggung kondisi sejumlah ruas jalan yang dinilai belum memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Salah satunya Jalan Tuparev. Penggunaan paving block di ruas tersebut, kata dia, banyak dikeluhkan masyarakat karena dianggap kurang nyaman ketika dilintasi kendaraan.

Selain perbaikan infrastruktur, Elyasa mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang segera merealisasikan rencana pembangunan underpass di kawasan Jalan Tuparev sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan.

Bukan Hanya Jalan, Rasa Keadilan Juga Disorot

Kritik Elyasa tidak berhenti pada persoalan infrastruktur.

Ia juga menyoroti persepsi masyarakat terhadap penegakan hukum dan akses terhadap keadilan.

Menurutnya, pergantian pejabat maupun pembaruan sarana penegakan hukum belum otomatis membuat masyarakat kecil merasa mendapatkan keadilan.

"Jaksanya ganti, hakimnya ganti, Kapolresnya ganti, gedung pengadilan diperbarui. Tapi bagi masyarakat kecil tetap repot. Mungkin bagi yang bermodal besar akan termanjakan," katanya.

Elyasa menilai kondisi tersebut berpotensi melahirkan persepsi bahwa hukum lebih mudah dirasakan masyarakat yang memiliki kekuatan dan sumber daya.

"Akhirnya hukum terasa tajam ke bawah, tumpul ke atas," ujarnya.

393 Tahun Harus Jadi Momentum Evaluasi

Elyasa berharap momentum Hari Jadi Karawang ke-393 tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjadikan usia 393 tahun sebagai momentum melakukan evaluasi terhadap arah pembangunan daerah.

Ia menekankan bahwa ukuran kemajuan daerah bukan semata-mata berdirinya kawasan industri atau meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan.

"Karawang butuh pembangunan yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Infrastruktur harus diperbaiki, dan hukum harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu," katanya.

Ia pun mengingatkan agar pertambahan usia Karawang berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Jangan sampai Karawang hanya bertambah tua usianya, tapi tidak bertambah maju dan sejahtera rakyatnya," pungkas Elyasa.


0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro