Headline News

Warga Dua Desa di Ciampel Desak PT Nipro Ganti Vendor Catering, Program Santunan Yatim Disebut Terhenti

Foto : warga dari tiga dusun yang berada di sekitar perusahaan, yakni Dusun Cidampa, Dusun Ciparay, dan Dusun Mekarmukti saat demo

Nuansametro.com - Karawang | Aliansi warga Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, menyatakan mosi tidak percaya terhadap vendor catering yang saat ini beroperasi di lingkungan PT Nipro Indonesia Jaya.

Sikap tersebut disuarakan warga dari tiga dusun yang berada di sekitar perusahaan, yakni Dusun Cidampa, Dusun Ciparay, dan Dusun Mekarmukti. Mereka bahkan telah menyampaikan pernyataan sikap secara resmi kepada manajemen PT Nipro Indonesia Jaya.

Dalam dokumen yang ditandatangani puluhan perwakilan warga, masyarakat menilai pengelola catering yang baru tidak menunjukkan itikad baik terhadap lingkungan sekitar. 

Warga juga menilai keberadaan vendor tersebut justru menimbulkan ketidakharmonisan antara perusahaan, pengusaha catering, dan masyarakat lokal.

Kami menilai pengelola catering tersebut tidak memiliki itikad baik terhadap lingkungan sekitar dan mengabaikan keadilan lokal serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan,” demikian bunyi pernyataan warga.

Program Santunan Yatim Disebut Terhenti

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan warga adalah terhentinya program bantuan sosial rutin bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Menurut warga, program tersebut sebelumnya telah berjalan selama lebih dari tiga tahun secara rutin tanpa terputus di bawah pengelola catering sebelumnya.

Program sosial itu disebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan. 

Namun, setelah terjadi pergantian vendor catering di PT Nipro Indonesia Jaya, program tersebut disebut berhenti dan hingga kini belum kembali berjalan.

Warga mempertanyakan alasan penghentian program tersebut, terlebih bantuan itu telah menjadi bagian dari hubungan sosial antara pengelola catering dengan masyarakat sekitar.

Pengelola sebelumnya disebut merupakan pengusaha lokal binaan yang direkomendasikan oleh tokoh masyarakat dan pemuda Ciampel, Karman Suryadi alias Toed, yang juga dikenal sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Ciampel.

Warga Ajukan Dua Tuntutan

Atas kondisi tersebut, warga dari tiga dusun yang mengatasnamakan masyarakat Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara menyampaikan dua tuntutan kepada manajemen PT Nipro Indonesia Jaya.

Pertama, warga mendesak manajemen perusahaan segera mengevaluasi sekaligus mengganti vendor catering yang saat ini bermitra dengan perusahaan.

Kedua, warga meminta perusahaan menerima kembali perusahaan catering sebelumnya yang disebut telah disepakati dan direkomendasikan oleh Karman Suryadi sebagai perwakilan tokoh masyarakat lingkungan.

Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar menyangkut keberadaan vendor catering, tetapi juga menyangkut kepedulian sosial dan hubungan industrial dengan masyarakat di sekitar perusahaan.

Mereka berharap perusahaan mempertimbangkan keberadaan pengusaha lokal yang dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan telah menjalankan program sosial bagi masyarakat.

“Warga menilai hanya dengan vendor yang peduli lingkungan, sinergi perusahaan dan masyarakat dapat kembali harmonis serta program bantuan sosial bulanan dapat dipulihkan,” demikian poin lain dalam pernyataan sikap tersebut.

Pernyataan bersama itu telah dibubuhi tanda tangan puluhan warga dari Dusun Mekarmukti, Cidampa, dan Ciparay RT 001/RW 001 sebagai bentuk keseriusan menyampaikan aspirasi.

Hingga berita ini ditayangkan, manajemen PT Nipro Indonesia Jaya belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan warga maupun tudingan mengenai terhentinya program santunan tersebut.


• Fitri 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro