Headline News

Pilkades Kabupaten Bekasi Jangan Jadi Adu Modal! Lukman: "Saatnya Adu Gagasan dan Program"

Foto : Lukman Nurhakim, Sekretaris DPC Ormas Skuad Nusantara Kabupaten Bekasi

Nuansametro.com - Bekasi | Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi diharapkan tidak berubah menjadi arena adu kekuatan modal maupun kepentingan politik semata. 

Masyarakat didorong memilih calon kepala desa berdasarkan gagasan, program kerja, rekam jejak, serta komitmen nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga.

Hal tersebut disampaikan Lukman, Sekretaris Ormas Squad Nusantara Kabupaten Bekasi sekaligus pemerhati demokrasi desa. 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pilkades sebagai momentum memilih pemimpin yang benar-benar memiliki kemampuan dan visi membangun desa.

“Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi bukanlah ajang adu modal. Sudah saatnya adu gagasan, adu program, dan adu komitmen untuk kesejahteraan warga dari 154 desa di Kabupaten Bekasi,” tegas Lukman.

Menurutnya, besarnya dukungan finansial seorang calon tidak boleh menjadi ukuran utama dalam menentukan pilihan. Justru, masyarakat harus diberi ruang untuk menguji dan membandingkan visi-misi setiap kandidat secara terbuka.

Lukman menilai calon kepala desa semestinya mampu menjelaskan secara konkret program yang akan dijalankan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengelolaan pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.

“Yang harus diuji adalah gagasannya. Apa programnya, bagaimana cara menjalankannya, dan sejauh mana calon tersebut memahami persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh calon dan pendukungnya agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai sumber konflik. 

Menurutnya, persaingan dalam Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijalankan secara sehat, damai, dan bermartabat.

Perbedaan pilihan, kata Lukman, merupakan sesuatu yang wajar. Namun setelah proses pemilihan selesai, seluruh masyarakat harus kembali bersatu untuk membangun desa.

“Jangan sampai karena beda pilihan, hubungan antarwarga menjadi rusak. Siapa pun yang terpilih nantinya harus menjadi kepala desa bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi kelompok atau pendukungnya,” katanya.

Lukman berharap Pilkades serentak Kabupaten Bekasi untuk masa bakti 2026–2034 yang dijadwalkan berlangsung di 154 desa pada 20 September 2026 mampu menghasilkan pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh politik uang maupun iming-iming sesaat.

“Yang kita cari bukan siapa yang paling kuat modalnya, tetapi siapa yang punya gagasan jelas, mampu bekerja, memiliki rekam jejak yang baik, dan benar-benar berpihak pada kepentingan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Lukman.

Pilkades, menurutnya, harus dikembalikan pada substansi demokrasi: memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan gagasan, bukan semata-mata berdasarkan kekuatan modal.


• Nana 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro