Headline News

PHSS Cetak SDM Migas Lokal, 12 Pemuda Kaltim Kantongi Sertifikasi K3 Nasional

Foto : 12 peserta menjalani uji kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PPSDM Migas.

Nuansametro.com - Jakarta | Ijazah saja tak lagi cukup untuk menembus ketatnya persaingan kerja di industri minyak dan gas bumi (migas). Kompetensi teknis dan sertifikasi profesi kini menjadi modal penting, terutama bagi generasi muda yang hidup berdampingan dengan aktivitas industri energi.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) membuka akses peningkatan kompetensi bagi pemuda di sekitar wilayah operasinya di Kalimantan Timur. 

Sebanyak 12 pemuda dari lima kecamatan difasilitasi mengikuti pelatihan sekaligus sertifikasi Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Migas.

Para peserta berasal dari Kecamatan Muara Badak, Marangkayu, Anggana, Muara Jawa, dan Samboja. Pelatihan yang dimulai sejak Juli 2026 itu berlangsung di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas), Cepu, Jawa Tengah.

Program tersebut dinilai strategis karena tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teknis, tetapi juga memberikan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi yang mengacu pada standar nasional.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai penerapan K3 di sektor hulu migas, pengoperasian peralatan, hingga penyusunan laporan teknis. 

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, mereka menjalani uji kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PPSDM Migas.

Bukan Sekadar Sertifikat

Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat jangka panjang.

Menurutnya, sertifikasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi modal bagi tenaga kerja lokal untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.

“Kami berharap kompetensi yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sehingga berkontribusi dalam mendukung perkembangan industri, khususnya sektor energi di masa mendatang,” ujar Iva.

Harapan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan industri migas yang semakin ketat terhadap kompetensi dan standar keselamatan kerja. Dengan bekal sertifikasi, para peserta memiliki peluang lebih besar untuk memasuki sektor energi maupun industri pendukungnya.

Dari Samboja Menatap Dunia Kerja

Salah satu peserta, Dafa Fadillah, pemuda asal Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti program tersebut.

Tak hanya ilmu dan keterampilan teknis, ia juga mendapatkan jaringan yang dinilai dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

“Kami mendapatkan banyak ilmu, keterampilan, dan relasi yang menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia kerja. Semoga PHSS terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dafa.

Bagi para peserta, sertifikasi K3 Migas menjadi langkah awal untuk membuktikan bahwa pemuda lokal juga memiliki kapasitas untuk bersaing di sektor industri energi.

Lebih dari 100 SDM Lokal Bersertifikat

Program peningkatan kompetensi ini bukan kali pertama dilakukan PHSS. PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat, berbagai pelatihan dan sertifikasi yang difasilitasi perusahaan telah menghasilkan lebih dari 100 sumber daya manusia lokal yang memiliki lisensi atau sertifikasi kompetensi.

Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, mengatakan pengembangan kapasitas generasi muda merupakan salah satu perhatian perusahaan melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPPM), khususnya bidang pendidikan.

“Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Menurut Dony, pelatihan berbasis kebutuhan industri dengan standar nasional diharapkan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat lokal untuk berkarier secara profesional.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi berstandar nasional ini, kami ingin membekali peserta dengan kompetensi yang relevan agar memiliki peluang yang lebih besar untuk berkarier dan berkembang secara profesional,” katanya.

Program tersebut sekaligus mempertegas pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam ekosistem industri energi. Masyarakat di sekitar wilayah operasi tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi didorong memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri.

PHSS merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 9. Perusahaan menjalankan kegiatan usaha hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bagi pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas.

Selain kegiatan operasional migas, PHSS bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur hingga tanggap bencana.

Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar berapa banyak pemuda yang berhasil memperoleh sertifikat. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana sertifikasi tersebut benar-benar membuka akses pekerjaan dan memperkuat posisi tenaga kerja lokal dalam rantai industri migas.

Bagi 12 pemuda Kaltim yang telah menyelesaikan pelatihan K3 Migas, sertifikat itu merupakan pintu masuk. Setelahnya, kemampuan mereka diuji oleh dunia kerja—apakah kompetensi yang diperoleh mampu benar-benar mengubah peluang menjadi pekerjaan dan tenaga lokal menjadi pemain di industri energi nasional.


David Hardson


0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro