Headline News

Mulyadi Desak Percepatan SMPN 2 Purwasari, Warga Dorong Pelebaran Jalan Klari-Purwasari

Foto : Anggota DPRD kabupaten Karawang, Mulyadi 

Nuansametro.com - Karawang | Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Karawang, Mulyadi, menegaskan komitmennya mengawal sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari. Hal itu disampaikan saat menggelar Reses 3 Masa Sidang Tahun 2026 di Lapangan Fasum Blok F, Perumahan Green Lake Side, Jumat (22/8).

Mengusung tema “Bersama Membangun Karawang yang Lebih Maju, Adil, dan Sejahtera”, agenda reses tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi Mulyadi untuk menyampaikan capaian kerja, tetapi juga menjadi forum terbuka bagi warga menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah pendidikan. Mulyadi memastikan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SDN Cengkong 1, SDN Cengkong 2, dan SDN Cengkong 3 telah terealisasi pada tahun ini.

“Alhamdulillah untuk PIP di SDN Cengkong 1, 2, dan 3 sudah terealisasi tahun ini. Kita pastikan bantuan pendidikan tepat sasaran,” ujar Mulyadi.

Selain pendidikan, Mulyadi juga menyampaikan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat telah direalisasikan pada 2025 bagi warga Desa Cengkong yang memenuhi persyaratan.

SMPN 2 Purwasari Jadi Prioritas

Sorotan utama dalam reses kali ini adalah rencana pembangunan SMPN 2 Purwasari, yang selama ini dinantikan masyarakat.

Mulyadi mengungkapkan, proses pembangunan sekolah tersebut kini tengah dimatangkan melalui kerja sama dengan pihak developer Perumahan PCA 1. Bahkan, lahan pembangunan disebut telah tersedia melalui penyerahan aset Fasos-Fasum perumahan kepada pemerintah.

“Tanahnya sudah tersedia dari penyerahan Fasos-Fasum Perum PCA 1. Sekarang kita matangkan kerja sama dengan developer agar pembangunannya bisa segera dimulai,” tegasnya.

Menurut Mulyadi, keberadaan SMPN 2 Purwasari sangat penting untuk menjawab kebutuhan pendidikan seiring pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman di wilayah tersebut.

Ia juga menyatakan akan menggunakan sisa masa periode pertamanya untuk mendorong percepatan penyerahan Fasos-Fasum dari para pengembang kepada pemerintah daerah.

Tak hanya itu, program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Cengkong juga menjadi salah satu agenda yang akan terus dikawal.

Jalan Klari-Purwasari Dikeluhkan Warga

Persoalan infrastruktur menjadi aspirasi paling mencolok yang disampaikan warga dalam sesi dialog.

Warga menyoroti kondisi jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Klari dengan Purwasari. Pertumbuhan kawasan perumahan yang begitu pesat dinilai tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang memadai.

Jalan yang relatif sempit kini harus menanggung beban mobilitas warga yang semakin tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan dan menghambat aktivitas masyarakat apabila tidak segera diantisipasi.

Mulyadi menyatakan, aspirasi tersebut akan dibawa ke DPRD Kabupaten Karawang untuk dibahas bersama organisasi perangkat daerah terkait.

“Masukan soal pelebaran jalan Klari-Purwasari ini sangat penting. Ini urat nadi mobilitas warga. Akan kita kawal dan perjuangkan,” katanya.

Mulyadi menilai persoalan jalan Klari-Purwasari tidak bisa hanya dilihat sebagai kebutuhan lokal, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari penataan infrastruktur akibat perkembangan kawasan permukiman.

Warga Green Lake Side pun berharap reses tidak berhenti sebatas agenda serap aspirasi. Mereka menginginkan setiap persoalan yang telah disampaikan memiliki tindak lanjut yang jelas, terutama pembangunan SMPN 2 Purwasari, penataan Fasos-Fasum, program Rutilahu, serta pelebaran jalan Klari-Purwasari.

Dengan demikian, reses bukan sekadar mendengar keluhan warga, tetapi menjadi pintu masuk untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar masuk dalam agenda pembangunan Kabupaten Karawang.


• Fitri 


0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro