![]() |
| Foto : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Angkatan IX Tahun 2026 |
Nuansametro.com – Karawang | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Angkatan IX Tahun 2026 menggelar program Pemberdayaan Masyarakat dan Workshop Kompos bertema "Membangun Kesadaran, Mengubah Perilaku: Bersama Mewujudkan Desa Peduli Lingkungan" di Aula Balai Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang dibimbing oleh Ade Astuti Widi Rahayu, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan tersebut diikuti sebanyak 44 peserta, terdiri dari warga, aparatur desa, serta Kepala Desa Kutanegara, Adon Jahilin.
Program ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari masih banyaknya sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayuran, dan kulit buah yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik pengolahan sampah organik menyebabkan sebagian besar limbah tersebut hanya dibuang atau dibakar, sehingga berpotensi mencemari lingkungan.
Sebagai solusi, mahasiswa KKN UBP Karawang menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif yang diawali dengan psikoedukasi tentang kepedulian lingkungan, peningkatan self-awareness, serta sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Tak hanya memberikan teori, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan kompos menggunakan alat sederhana berbahan dasar galon bekas.
Berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dimanfaatkan, seperti daun kering, sisa makanan, sisa sayuran, kardus bekas, tanah, serta aktivator kompos yang dicampur dengan air cucian beras.
Melalui proses fermentasi selama tiga hingga empat minggu, bahan-bahan tersebut akan menghasilkan kompos padat dan pupuk kompos cair yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan lahan pertanian maupun tanaman pekarangan.
Bahkan, hasil kompos tersebut juga berpotensi menjadi produk bernilai jual sehingga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Kepala Desa Kutanegara, Adon Jahilin, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya yakin edukasi dan workshop yang telah dilakukan akan memberikan ilmu, wawasan, serta pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih dalam pemanfaatan sampah yang salah satunya dapat diolah menjadi kompos," ujarnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan pembuatan kompos secara langsung dan merasa lebih mudah memahami prosesnya karena didampingi oleh mahasiswa.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa dirinya selama ini hanya mempelajari cara membuat kompos melalui video di internet.
"Saya suka bertanam di rumah. Selama ini saya sering melihat cara membuat kompos di YouTube, tetapi masih kurang paham. Setelah mengikuti workshop ini saya bisa langsung mempraktikkan dan bertanya kepada mahasiswa, sehingga manfaatnya jauh lebih terasa," tuturnya.
Program pemberdayaan masyarakat ini menjadi salah satu agenda unggulan Mahasiswa KKN UBP Karawang di Desa Kutanegara.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, aparatur, dan tokoh masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendorong terciptanya desa yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, mahasiswa KKN UBP Karawang membuktikan bahwa edukasi sederhana yang disertai praktik langsung mampu menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat desa.
• Irfan Sahab

0 Komentar