Headline News

Kepsek SDN Lemahabang IV Bantah Dugaan Pungutan Tahunan, Sebut Dana Perbaikan Jalan Gang Murni Inisiatif Wali Murid

Foto : Kepala SDN Lemahabang IV, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Asep Saepudin.

Nuansametro.com - Karawang | Kepala SDN Lemahabang IV, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Asep Saepudin, membantah keras tuduhan adanya pungutan wajib sebesar Rp150 ribu per tahun kepada seluruh wali murid dari kelas I hingga kelas VI sebagaimana diberitakan salah satu media daring.

Asep menegaskan informasi tersebut tidak benar dan dinilai tidak memenuhi prinsip keberimbangan karena pihak sekolah maupun komite tidak pernah dimintai klarifikasi sebelum berita dipublikasikan.

"Kami sangat kaget membaca pemberitaan yang menyebut sekolah melakukan pungutan Rp150 ribu kepada wali murid setiap tahun. Itu tidak benar. Seharusnya media tersebut melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada saya atau kepada pihak komite sekolah agar pemberitaannya berimbang," ujar Asep kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Senada dengan itu, Ketua Komite SDN Lemahabang IV, Neni Hendriyani, juga membantah tudingan adanya penarikan iuran wajib untuk pembangunan sekolah.

Menurutnya, informasi yang menyebut setiap orang tua siswa dibebani pungutan Rp150 ribu setiap tahun merupakan narasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Seharusnya wartawan melakukan konfirmasi kepada kami, jangan hanya mendengar satu pihak. Di media itu ditulis seolah-olah ada pungutan wajib Rp150 ribu per siswa setiap tahun dari kelas 1 sampai kelas 6. Itu sama sekali tidak benar," tegas Neni.

Ia menjelaskan, persoalan bermula dari keluhan para orang tua siswa terkait kondisi gang kecil di samping sekolah yang kerap licin saat hujan sehingga membahayakan keselamatan anak-anak ketika berangkat maupun pulang sekolah.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, lanjut Neni, para wali murid kemudian mengusulkan secara sukarela kepada komite untuk melakukan rereongan atau gotong royong mengumpulkan dana guna memperbaiki akses jalan tersebut.

"Orang tua siswa sering menyampaikan bahwa anak-anak mereka terpeleset karena jalan gang di samping sekolah licin saat hujan. Dari situlah muncul usulan dari para orang tua agar kami mengajak rereongan untuk memperbaiki jalan tersebut demi keselamatan anak-anak," jelasnya.

Keterangan tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang wali murid kelas III yang mengaku ikut terlibat dalam kesepakatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa gagasan memperbaiki jalan berasal dari para orang tua siswa sendiri, bukan dari pihak sekolah maupun komite.

"Perbaikan jalan gang di samping sekolah memang usulan kami sebagai orang tua murid. Kami khawatir anak-anak kembali terpeleset saat musim hujan. Tidak ada paksaan sama sekali. Ini hasil kesepakatan dan rereongan kami demi keselamatan anak-anak," ujarnya.

Pihak sekolah berharap informasi yang beredar di masyarakat dapat disampaikan secara utuh dan berimbang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan nama baik lembaga pendidikan serta pihak-pihak yang terlibat.


• Fitri 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro