Foto : Kepala Desa Mekarjaya, Hj. Euis Suyeti, secara resmi membuka Musyawarah Keterwakilan Wilayah untuk pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode selanjutnya, khususnya untuk wilayah Dusun Kerajan.


Nuansametro.com – Karawang | Semangat demokrasi di tingkat paling bawah kembali berjalan dengan tertib dan berintegritas di Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. 

Kepala Desa Mekarjaya, Hj. Euis Suyeti, secara resmi membuka Musyawarah Keterwakilan Wilayah untuk pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode selanjutnya, khususnya untuk wilayah Dusun Kerajan.
 
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Cempaka Dua, Dusun Kerajaan RT 02/RW 02 pada Senin (18/08/2025) ini menghadirkan tiga calon yang bersaing secara sehat dan terbuka, yaitu Asep Candra, Rohmat, dan Supriyatna. 

Ketiganya memaparkan visi-misi serta berjuang merebut kepercayaan warga untuk duduk mewakili kepentingan masyarakat di lembaga desa.
 
Proses demokrasi ini juga mendapat dukungan langsung dari anggota DPRD Kabupaten Karawang Daerah Pemilihan 6 Fraksi Amanat Golkar, Saepudin Permana. 

Kehadirannya menegaskan adanya sinergi nyata antara pemerintah desa dan lembaga legislatif dalam menjaga berjalannya proses demokrasi desa yang sehat.
 
Dalam sambutannya yang tegas, Kepala Desa Mekarjaya Hj. Euis Suyeti menegaskan posisi dan peran BPD secara lugas,

“BPD adalah mitra kerja pemerintah desa. Bukan lawan, tapi mitra untuk membangun. Saya berharap siapapun nanti yang terpilih dari Dusun Kerajaan ini adalah figur yang amanah, yang mau mendengarkan aspirasi warganya, dan mau bekerja bersama-sama untuk kemajuan Desa Mekarjaya.”
 
Ia juga menekankan prinsip kebebasan dan keadilan dalam proses pemilihan sesuai amanat Undang-Undang Desa.

 “Musyawarah ini adalah cerminan demokrasi kita. Saya minta jalannya harus jujur, adil, dan transparan. Tidak ada intervensi. Biarkan warga Dusun Kerajaan yang menentukan siapa yang paling layak mewakili mereka,” tegas Hj. Euis.
 
Saepudin Permana dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan musyawarah yang berjalan tertib dan penuh partisipasi warga. 

Ia menilai mekanisme keterwakilan wilayah ini adalah langkah tepat agar suara masyarakat tersalurkan dengan baik.

 “Selamat bermusyawarah untuk warga Dusun Kerajaan. Pilih yang terbaik, yang punya komitmen dan waktu untuk mengabdi. BPD yang kuat akan melahirkan kebijakan desa yang kuat pula,” ujarnya.
 
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan visi-misi masing-masing calon serta proses penentuan pilihan yang dilakukan secara musyawarah dan mufakat oleh perwakilan warga setempat menjadi bukti bahwa demokrasi tumbuh sehat ketika dimulai dari desa.

• Fitri