Headline News

Jelang HUT RI ke-81, Mantan Pjs Kades Duren Gantikan Peran Orang Tua Peserta Paskibra Yatim Piatu di Klari

Foto : H. Engkos Kosasih, mantan Penjabat Sementara Kepala Desa Duren, bersama istrinya Hj. Tati Hartati melangkah maju dan mengambil peran sebagai orang tua bagi Ibnu. 

 
Nusnsametro.com - Karawang | Menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun, suasana pengukuhan peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, berlangsung penuh haru dan makna mendalam. 

Acara yang digelar di lapangan Kantor Pemerintah Kecamatan Klari pada Sabtu malam, 16 Juli 2026 ini menyisakan kisah kehangatan yang menyentuh hati setiap orang yang hadir.
 
Sebanyak 45 peserta Paskibra yang berasal dari SMK Texar Karawang resmi dikukuhkan dalam upacara tersebut. 

Hadir mendampingi sebagian besar peserta adalah orang tua dan keluarga terdekat mereka, yang tampak bangga menyaksikan anak-anak mereka siap mengemban tugas mulia mengibarkan bendera merah putih. 

Namun, di tengah kehangatan kebersamaan itu, ada satu sosok muda yang berdiri tegak namun terlihat sendirian, Muhammad Ibnu, salah satu peserta yang berstatus yatim piatu dan tidak didampingi oleh kedua orang tua maupun saudaranya.
 
Kekosongan itu tak berlangsung lama. Secara spontan, H. Engkos Kosasih, mantan Penjabat Sementara Kepala Desa Duren, bersama istrinya Hj. Tati Hartati melangkah maju dan mengambil peran sebagai orang tua bagi Ibnu. 

Mereka mendampingi, memberikan dukungan moral, serta menyampaikan semangat kepada pemuda yang telah berjuang keras hingga lolos seleksi ketat Paskibra tersebut.
 
Dalam keterangannya, H. Engkos Kosasih menyampaikan bahwa langkah itu ia lakukan karena tergerak hatinya untuk memberikan dukungan penuh kepada Ibnu, yang meskipun tumbuh tanpa kasih sayang orang tua kandung, mampu menunjukkan kedisiplinan dan kemandirian yang patut dibanggakan.
 
“Saya memposisikan diri saya dan istri sebagai orang tuanya, karena Muhammad Ibnu adalah anak yatim piatu yang berhasil lolos menjadi peserta Paskibra. Ia telah menunjukkan kedisiplinan dan kemandirian yang sangat tinggi. Kami ingin ia merasa tidak sendirian, ada kami yang mendukungnya, dan semangatnya tetap menyala untuk mengemban tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap H. Engkos dengan nada penuh haru.
 
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya soal merayakan kebebasan, melainkan juga tentang saling merangkul dan mengisi kekosongan kasih sayang sesama bangsa. 

Kehadiran pengganti orang tua bagi Ibnu menjadi dorongan kuat agar ia dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh percaya diri, serta menjadi contoh indah kebersamaan yang melingkupi setiap warga negara, tanpa terkecuali.
 
Kisah Muhammad Ibnu dan kebaikan H. Engkos Kosasih beserta Hj. Tati Hartati menjadi kenangan tak terlupakan dalam persiapan peringatan kemerdekaan ke-81 di Kecamatan Klari sebuah bukti bahwa kasih sayang dan kepedulian adalah nilai yang paling berharga untuk menjaga keutuhan bangsa.
 
 
 
OCA

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro