![]() |
| Foto : Pelaksanaan Gebyar AKBAR Buntu Bedimbar yang digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Pasar 8, Desa Buntu Bedimbar. |
Niansametro.com - DELI SERDANG | Semangat kemerdekaan tak hanya bergema lewat lomba, musik dan pesta kembang api. Di Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia justru memperlihatkan wajah lain, ketika pemuda turun tangan dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
Pesan itu terlihat dalam pelaksanaan Gebyar AKBAR Buntu Bedimbar yang digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Pasar 8, Desa Buntu Bedimbar.
Di tengah rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, Karang Taruna Desa Buntu Bedimbar tampil aktif di garis depan. Organisasi kepemudaan tersebut ikut mendukung, mengawal, dan menyukseskan berbagai agenda yang dikemas untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.
Gebyar AKBAR menghadirkan sederet kegiatan, mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat desa, turnamen sepak bola antar-SD, perlombaan 17-an ibu-ibu antar-dusun, karnaval kemerdekaan yang dilepas Bupati Deli Serdang, hingga hiburan musik yang menghadirkan Sandwich Band dan Kairos Band dari Medan.
Tak hanya hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi bagi ekonomi masyarakat. Sekitar 50 tenda UMKM disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat.
Pemuda Diminta Jangan Hanya Jadi Penonton
Ketua Karang Taruna Desa Buntu Bedimbar, Daniel Iskandar Lubis, menegaskan bahwa generasi muda harus berani mengambil peran dalam setiap kegiatan positif di tengah masyarakat.
Menurut Daniel, Karang Taruna tidak ingin pemuda hanya menjadi penonton pembangunan desa. Sebaliknya, pemuda harus hadir, bekerja, bergotong royong, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.
“Karang Taruna Desa Buntu Bedimbar sangat mendukung dan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Gebyar AKBAR ini. Kami bersama seluruh elemen masyarakat bergotong royong agar kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini dapat berjalan dengan meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Daniel.
Bagi Daniel, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berorganisasi dan memberikan kontribusi konkret bagi lingkungan.
Sebab, menurutnya, kekuatan sebuah desa bukan hanya terletak pada program pemerintah, tetapi juga pada seberapa besar masyarakat—termasuk pemudanya—mau terlibat dalam pembangunan.
Dari Pemuda untuk Desa
Keterlibatan Karang Taruna dalam Gebyar AKBAR sekaligus memperlihatkan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi salah satu motor penggerak kegiatan sosial di tingkat desa.
Energi, kreativitas dan kemampuan anak muda dapat diarahkan untuk kegiatan yang memperkuat persatuan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan masyarakat Desa Buntu Bedimbar. Melalui kegiatan seperti ini, para pemuda dapat berkontribusi dan mengambil peran positif dalam membangun desa yang kita cintai,” kata Daniel.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda. Energi anak muda akan menjadi kekuatan apabila diarahkan pada kegiatan produktif dan bermanfaat bagi lingkungan.
Karang Taruna Buntu Bedimbar memilih jalur tersebut: bergerak bersama masyarakat, membangun kebersamaan dan menghidupkan kegiatan positif di desa.
Tak Sekadar Meriah, UMKM Ikut Bergerak
Gebyar AKBAR juga menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sekitar 50 pelaku UMKM mendapat ruang untuk memasarkan produk mereka. Kehadiran bazar membuat kegiatan tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan produk-produk lokal.
Bagi pemuda, ruang seperti ini sekaligus menjadi tempat belajar mengelola kegiatan, membangun jejaring dan melihat potensi ekonomi yang dimiliki desa.
Artinya, Karang Taruna bukan hanya membantu membuat kegiatan menjadi meriah. Pemuda juga dapat menjadi bagian dari ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat.
Kades Apresiasi Kebersamaan Warga
Kepala Desa Buntu Bedimbar, Mus Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah ikut mendukung pelaksanaan Gebyar AKBAR.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kebersamaan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Selain menjadi sarana memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi UMKM binaan Pemerintah Desa Buntu Bedimbar untuk memperkenalkan produk lokal.
Mus berharap semangat kebersamaan yang telah terbentuk tidak berhenti setelah rangkaian Gebyar AKBAR berakhir, tetapi terus dipelihara dalam kehidupan sosial dan pembangunan desa.
Penutupan: Pesta Boleh Berakhir, Semangat Pemuda Jangan Padam
Gebyar AKBAR Buntu Bedimbar memasuki malam penutupan pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Malam penutupan dijadwalkan semakin semarak dengan penampilan Pengamen Binjai yang kemudian dilanjutkan pesta kembang api.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih penting: kemerdekaan membutuhkan generasi muda yang mau bergerak.
Karang Taruna Desa Buntu Bedimbar telah memperlihatkan bahwa pemuda tidak harus menunggu diberi ruang untuk berkontribusi.
Mereka dapat hadir, bergerak dan bekerja bersama masyarakat.
Gebyar AKBAR mungkin berakhir malam ini. Musik akan berhenti, lampu panggung akan padam, dan pesta kembang api akan selesai.
Tetapi semangat pemuda untuk membangun desa semestinya tidak ikut padam.
Sebab desa yang kuat bukan hanya membutuhkan pemerintah yang bekerja, tetapi juga membutuhkan pemuda yang mau bergerak. Dan Buntu Bedimbar telah menunjukkan bahwa kekuatan itu ada.
(Tim)

0 Komentar