![]() |
| Foto : Nama bakal calon kepala desa, Wiwi Kurnia |
Nuansametro.com - Karawang | Peta persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, periode 2026–2034 mulai mengerucut. Nama bakal calon kepala desa, Wiwi Kurnia, disebut kian menguat setelah memperoleh dukungan dari sejumlah wilayah perkampungan maupun kawasan perumahan.
Tim relawan Wiwi Kurnia mengklaim dukungan terhadap figur tersebut terus meluas. Bahkan, berdasarkan data konsolidasi internal tim, hampir 80 persen masyarakat Desa Cengkong disebut telah menyatakan dukungan kepada Wiwi Kurnia.
Klaim tersebut tentu masih merupakan data internal tim pemenangan dan belum dapat disebut sebagai hasil survei independen. Namun, gelombang dukungan dari sejumlah kawasan perumahan menunjukkan bahwa pertarungan Pilkades Cengkong mulai memasuki fase konsolidasi kekuatan.
Sejumlah perwakilan warga perumahan menyampaikan alasan dukungan mereka. Salah satunya dari Perum Cengkong Permai yang menilai Wiwi Kurnia memiliki pendekatan yang mampu menjembatani warga asli desa dengan masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan.
“Ibu Wiwi itu figur pemersatu. Beliau tidak membedakan warga asli dan warga perumahan. Setiap ada kegiatan sosial, beliau selalu hadir. Kami sudah bermusyawarah dan hampir 90 persen warga di sini sepakat mendukung,” ujar perwakilan warga.
Dukungan serupa disampaikan warga Perum Purwasari Indah Residence. Kepedulian Wiwi terhadap kegiatan sosial dan keagamaan disebut menjadi salah satu alasan warga memberikan dukungan.
Sementara itu, kaum ibu di Perum Griya Cengkong Sejahtera menyoroti gagasan pemberdayaan UMKM. Mereka menyebut Wiwi tidak hanya menawarkan program, tetapi telah melakukan sejumlah kegiatan pelatihan keterampilan dan pengolahan produk bagi masyarakat.
Dari kalangan pemuda, dukungan juga disebut menguat. Warga Perum Puri Cengkong Asri menilai program pengembangan Karang Taruna, fasilitas olahraga dan pelatihan kerja menjadi kebutuhan penting generasi muda di kawasan perumahan.
“Anak muda butuh ruang. Ibu Wiwi memahami itu. Kami berharap ada program nyata untuk pemuda, mulai dari olahraga hingga pelatihan kerja,” kata perwakilan warga.
Sementara warga Perum Karawang Central Park Blok Cengkong menilai pendekatan langsung ke masyarakat menjadi nilai lebih Wiwi Kurnia.
Menurut mereka, Wiwi dinilai aktif turun ke lapangan untuk mendengarkan persoalan warga, mulai dari infrastruktur, drainase hingga keamanan lingkungan.
Klaim 80 Persen Jadi Modal Politik
Koordinator relawan Wiwi Kurnia menegaskan, angka dukungan sekitar 80 persen yang mereka sampaikan bukan berasal dari survei lembaga independen, melainkan hasil konsolidasi dan pendataan internal melalui kegiatan blusukan dari rumah ke rumah.
“Pilkades Cengkong bukan lagi soal siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling dipercaya. Hari ini kepercayaan itu kami lihat semakin besar kepada Ibu Wiwi. Lintas kampung dan lintas perumahan mulai bersatu,” ujarnya.
Klaim tersebut menjadi modal politik penting bagi Wiwi Kurnia menjelang Pilkades Cengkong 2027. Terlebih, dukungan disebut tidak hanya datang dari satu kelompok masyarakat, tetapi mulai bergerak dari berbagai kawasan perumahan dan lingkungan desa.
Kekuatan politik Wiwi juga disebut semakin diperhitungkan setelah dirinya tampil bersama Mulyadi, Anggota DPRD Kabupaten Karawang, dalam baliho resmi dengan tagline “Bersama Membangun Desa.”
Kehadiran dukungan tersebut menjadi sinyal bahwa kontestasi Pilkades Cengkong berpotensi berlangsung sengit. Namun, seberapa besar kekuatan sebenarnya dari masing-masing bakal calon tetap akan ditentukan oleh dinamika politik, proses resmi pencalonan, serta pilihan masyarakat saat pemungutan suara.
Dengan dukungan yang terus diklaim meluas, Wiwi Kurnia kini mulai menempatkan dirinya sebagai salah satu figur yang paling diperhitungkan dalam perebutan kursi Kepala Desa Cengkong periode 2027–2034.
• Fitri

0 Komentar