Headline News

Dugaan Limbah Sekam di Lahan Perhutani Ciampel Disorot Mahasiswa, Pemerintah Didesak Turun Tangan


Foto : Aktivis mahasiswa Unsika, Salsabila (Tengah)


Nuansametro.com - Karawang | 
Dugaan pengelolaan dan pembuangan limbah sekam di kawasan lahan Perhutani, Dusun Kalisempu, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, menuai sorotan. 

Praktik yang disebut-sebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kini mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).

Aktivis mahasiswa Unsika, Salsabila, mendesak pemerintah dan instansi terkait tidak tinggal diam. 

Ia meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengungkap asal-usul limbah, pihak yang mengelola, legalitas kegiatan, hingga kemungkinan adanya dampak pencemaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Menurutnya, apabila benar terdapat perusahaan yang membuang atau menempatkan limbah di kawasan lahan Perhutani tanpa pengelolaan sesuai ketentuan, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat ketika masyarakat membutuhkan perannya. Apalagi praktik tersebut sudah berjalan bertahun-tahun, itu akan menimbulkan dampak buruk bagi warga di sekitar,” kata Salsabila saat diwawancarai jurnalis Nuansa Metro, Rabu (26/8/2026).

Ia menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan masyarakat. Dugaan tersebut harus ditindaklanjuti melalui penelusuran lapangan, pemeriksaan terhadap material limbah, serta pengecekan dokumen dan perizinan pihak yang diduga berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Mahasiswa Siap Turun Melalui Kajian

Salsabila menilai persoalan limbah di Kabupaten Karawang merupakan masalah serius yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. 

Tidak hanya pemerintah dan pelaku usaha, mahasiswa juga dinilai memiliki tanggung jawab akademik untuk melakukan riset serta mencari solusi atas persoalan lingkungan.

“Kami mahasiswa ikut andil dalam proses penanggulangan limbah-limbah yang ada di Kabupaten Karawang, baik itu dari industri maupun perusahaan, organik serta yang lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, penelitian akademik dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus menawarkan inovasi pengelolaan limbah yang lebih aman dan berkelanjutan.

Karena itu, dugaan keberadaan limbah sekam di lahan Perhutani tersebut dinilai layak dijadikan objek penelitian untuk mengetahui karakteristik material, pola pengelolaan, potensi dampak terhadap tanah dan lingkungan sekitar, serta kemungkinan pemanfaatannya.

“Topik ini relevan untuk diteliti, karena tugas kami selaku mahasiswa untuk melakukan kegiatan tersebut dan menemukan solusinya,” ujarnya.

Jangan Tunggu Dampak Meluas

Salsabila juga mengingatkan pihak perusahaan atau pengelola yang diduga melakukan aktivitas pengelolaan limbah agar tidak mengabaikan aspek lingkungan.

Menurutnya, persoalan limbah bukan semata-mata menyangkut kondisi alam, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

“Jaga kelestarian lingkungan, karena ini tidak berdampak pada lingkungan saja, akan tetapi kepada manusianya juga. Oleh karenanya, itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri dan sesama untuk menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Dugaan pembuangan limbah sekam di kawasan lahan Perhutani tersebut kini menjadi perhatian publik. Namun, untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran maupun pencemaran, diperlukan pemeriksaan resmi oleh instansi berwenang.

Pemeriksaan tersebut penting untuk menjawab sejumlah pertanyaan mendasar: limbah itu berasal dari mana, siapa pengelolanya, apakah memiliki legalitas, bagaimana metode pengelolaannya, dan apakah keberadaannya menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat?

Tanpa pemeriksaan yang terbuka dan berbasis data, dugaan tersebut akan terus menjadi tanda tanya. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah dituntut tidak berhenti pada teguran, tetapi mengambil langkah sesuai ketentuan agar persoalan lingkungan tidak berlarut-larut dan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.


• Bodong

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro