Nuansametro.com - Karawang | Komitmen TNI dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah terus didorong melalui pemanfaatan lahan produktif. Hal itu terlihat saat Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., bersama Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, S.E., meninjau Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikembangkan jajaran Kodim 0604/Karawang.
Peninjauan dilakukan untuk melihat sejauh mana pengelolaan kompi produksi dapat berjalan secara optimal sekaligus memberikan dampak nyata bagi penguatan sektor pangan di wilayah.
Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang dikembangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui berbagai kegiatan pertanian dan produksi pangan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi TNI dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendorong produktivitas lahan.
Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos., menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pengembangan Kompi Produksi Ketahanan Pangan agar tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi mampu berjalan secara produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan lahan secara maksimal diharapkan mampu menghasilkan manfaat ganda. Selain mendukung ketahanan pangan, keberadaan kompi produksi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Pengembangan kompi produksi terus kami dorong agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Lahan yang ada harus dimanfaatkan secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat bagi ketahanan pangan sekaligus masyarakat,” ujar Nanda.
Peninjauan Danrem 063/SGJ dan Waaster Kasad menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan program sekaligus memastikan pelaksanaan ketahanan pangan di jajaran Kodim 0604/Karawang berjalan sesuai sasaran.
Dengan dukungan TNI dan optimalisasi lahan produktif, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan di tingkat wilayah.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dari pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dan kerja nyata di lapangan agar lahan produktif benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat. (*)

0 Komentar