Nuansametro.com - Karawang | Penataan kawasan akses Tol Karawang Timur (Kartim) memasuki babak baru. Sebanyak 90 bangunan liar yang berdiri di sepanjang akses strategis tersebut ditertibkan dan dibongkar menggunakan alat berat.
Penertiban dipimpin langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mengubah wajah akses Tol Karawang Timur yang selama ini dinilai semrawut.
Keberadaan bangunan liar, mulai dari warung kaki lima, tambal ban hingga bangunan usaha lainnya, selama ini menghiasi sisi jalan menuju akses tol. Kondisi tersebut diperparah dengan aktivitas truk-truk besar yang kerap parkir sembarangan di sekitar kawasan.
Pembongkaran puluhan bangunan tersebut bukan sekadar membersihkan kawasan, tetapi diarahkan untuk mengembalikan fungsi ruang di sepanjang akses Tol Karawang Timur agar lebih tertib, aman, dan enak dipandang.
Bupati Aep juga meminta PT PLN agar tidak kembali memberikan sambungan listrik kepada bangunan-bangunan liar di kawasan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali bangunan baru setelah penertiban dilakukan.
“Jangan sampai setelah dibongkar, bangunan liar kembali bermunculan. Karena itu seluruh pihak harus ikut menjaga kawasan ini,” demikian inti penegasan pemerintah daerah dalam penataan kawasan tersebut.
Ke depan, area yang telah dibersihkan akan dimanfaatkan secara permanen untuk jalan dan drainase. Dengan konsep tersebut, ruang di sepanjang akses Tol Karawang Timur tidak lagi dapat digunakan untuk mendirikan bangunan liar maupun aktivitas yang mengganggu fungsi jalan.
Penataan ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Karawang untuk memastikan kawasan yang telah dibersihkan tidak kembali menjadi titik kumuh.
![]() |
| Bupati Karawang didampingi Kadis PUPR. (Dok: Tulus Tuntas) |
Pasalnya, pembongkaran tanpa pengawasan berkelanjutan berpotensi hanya menjadi solusi sementara. Setelah alat berat meninggalkan lokasi, pengawasan dan penegakan aturan menjadi kunci agar kawasan tersebut tidak kembali dipenuhi bangunan liar.
Dengan dibukanya ruang untuk jalan dan drainase, akses Tol Karawang Timur diharapkan tidak lagi identik dengan kesemrawutan, parkir truk sembarangan, maupun aktivitas usaha liar, tetapi berubah menjadi kawasan yang lebih tertata sebagai salah satu pintu masuk penting Kabupaten Karawang.
• NP


0 Komentar