![]() |
| Foto : Akhmad Marjuki, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi pada Musyawarah Daerah (Musda) XI, Minggu (23/8/2026). |
Nuansametro.com - BEKASI | Kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi memasuki babak penting. Politisi Partai Golkar, Akhmad Marjuki, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi pada Musyawarah Daerah (Musda) XI, Minggu (23/8/2026).
Akhmad Marjuki datang ke Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi di Ruko Icon City Blok C-27, Kota Deltamas, Cikarang Pusat, sekitar pukul 13.20 WIB. Ia hadir bersama sejumlah pendukung dan langsung disambut jajaran Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) Musda XI.
Proses pendaftaran berlangsung dengan pemeriksaan dokumen serta kelengkapan persyaratan pencalonan. Setelah berkas diserahkan, Akhmad Marjuki menyebut dirinya telah mengantongi dukungan dari sedikitnya 22 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar.
“Alhamdulillah saya mendapat dukungan sebanyak 22 dari Pengurus Kecamatan. Kemudian dari istri saya dan keluarga juga sudah mendukung. Insyaallah semuanya mudah-mudahan nanti terverifikasi dengan baik dan mudah-mudahan lolos,” ujar Akhmad Marjuki.
Ia memastikan seluruh dokumen persyaratan telah diserahkan dan diterima oleh jajaran SC maupun Organizing Committee (OC) Musda XI.
“Terima kasih, tadi berkas pendaftaran saya sebagai calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi periode 2025–2030 sudah diterima dengan baik oleh jajaran SC dan OC,” katanya.
Namun, bagi Akhmad Marjuki, tahapan verifikasi menjadi bagian krusial dalam menentukan arah kontestasi. Ia meminta panitia menjalankan proses tersebut secara objektif, profesional, transparan, serta tanpa perlakuan berbeda terhadap bakal calon.
“Mudah-mudahan juga diharapkan SC bekerja dengan sungguh-sungguh, tidak ada diskriminasi atau tidak ada hal yang tidak profesional,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kontestasi Musda XI bukan sekadar perebutan posisi ketua, tetapi juga menjadi ujian bagi soliditas dan kredibilitas mekanisme organisasi Partai Golkar di Kabupaten Bekasi.
Akhmad Marjuki pun mengajak seluruh kader dan pendukung untuk menjaga suasana tetap kondusif. Ia berharap persaingan internal tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan partai.
“Terima kasih para teman-teman yang telah mengantar sampai sini. Mudah-mudahan ketika pelaksanaan Musda tidak ada hal yang tidak kita inginkan. Mudah-mudahan Musda di Kabupaten Bekasi menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya mengakomodasi seluruh kepentingan dan aspirasi kader dalam Musda XI.
Menurutnya, kompetisi kepemimpinan seharusnya menjadi sarana memperkuat organisasi, bukan membuka ruang perpecahan.
“Terakhir, mudah-mudahan kemudian terakomodir semua pihak karena memang mudah-mudahan juga sesuai dengan apa yang menjadi harapan Ketua Umum kita, bertanding untuk bersanding,” pungkasnya.
Dengan resmi didaftarkannya Akhmad Marjuki, perhatian kini tertuju pada proses verifikasi dukungan dan persyaratan yang akan dilakukan panitia.
Klaim dukungan 22 PK yang disampaikan Akhmad Marjuki tentu menjadi salah satu faktor penting yang akan diuji dalam tahapan tersebut.
Hasil verifikasi nantinya akan menentukan siapa saja bakal calon yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan berikutnya dalam Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.
Musda XI pun diperkirakan menjadi arena konsolidasi sekaligus pertarungan strategis untuk menentukan arah kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Bekasi.
Di tengah dinamika internal yang mulai menghangat, soliditas kader dan transparansi proses menjadi taruhan penting agar kontestasi berlangsung demokratis dan tetap menjaga keutuhan partai.
• Nana

0 Komentar