![]() |
| Ilustrasi pencurian kendaraan bermotor. (Ist ) |
Nuansametro.com - Karawang | Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Karawang kembali memantik sorotan publik. Kali ini, perhatian tidak hanya tertuju pada aksi para pelaku, tetapi juga pada lambannya perkembangan penanganan laporan yang dikeluhkan korban.
Lebih dari satu bulan sejak laporan resmi dibuat di Polsek Karawang Kota, korban mengaku belum menerima informasi yang memberikan kepastian mengenai perkembangan penyelidikan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas dan kecepatan respons aparat penegak hukum dalam menangani kasus pencurian kendaraan bermotor yang semakin meresahkan masyarakat.
Korban, Rizal (20), warga Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, kehilangan sepeda motor Kawasaki KLX miliknya saat diparkir di sebuah rumah kos di Kampung Pasir Jengkol, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, pada 28 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
Menurut Rizal, di lokasi kejadian ditemukan sejumlah petunjuk yang diduga berpotensi menjadi barang bukti awal, di antaranya bercak darah, bekas injakan kaki, serta gembok yang diduga dirusak pelaku. Namun, ia menilai penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP) belum dilakukan secara maksimal.
"Kami sudah menjelaskan kronologi secara detail. Di lokasi ada bercak darah, ada bekas injakan juga. Tapi kenapa tidak langsung dilakukan olah TKP secara maksimal? Sampai sekarang belum ada kejelasan perkembangan kasusnya," ujar Rizal, Kamis (9/7/2026).
Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Horizon University Indonesia itu mengatakan dirinya telah memenuhi seluruh prosedur pelaporan yang diminta penyidik. Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima informasi yang menunjukkan perkembangan penyelidikan secara signifikan.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bukti bahwa laporan telah diterima, tetapi juga kepastian bahwa setiap pengaduan benar-benar ditindaklanjuti secara profesional.
"Harapan saya polisi bisa lebih mengayomi masyarakat. Kalau masyarakat sudah melapor, kami berharap ada tindak lanjut yang jelas, bukan hanya menerima laporan," katanya.
Kekecewaan juga disampaikan Ajis, ayah korban. Ia menilai petunjuk yang ditemukan di lokasi semestinya dapat menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengidentifikasi pelaku dan mempercepat proses pengungkapan perkara.
"Kalau memang ada bercak darah, bekas injakan, dan barang yang diduga ditinggalkan pelaku, seharusnya itu bisa segera ditindaklanjuti. Kami hanya ingin kasus ini ditangani secara serius," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, penyidik Polsek Karawang Kota, Aipda Indra N.H., menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan pengembangan perkara terus dilakukan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterkaitan kasus tersebut dengan jaringan pelaku curanmor.
Ia menambahkan, penyidik akan menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sebagai bentuk informasi resmi kepada pelapor mengenai perkembangan penanganan perkara.
Meski demikian, hingga berita ini disusun, korban mengaku belum menerima perkembangan penyelidikan yang menurutnya memberikan kepastian terhadap laporannya.
Kasus ini menjadi cerminan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang cepat, profesional, transparan, dan akuntabel. Di tengah meningkatnya angka pencurian kendaraan bermotor di Karawang, respons aparat dalam menindaklanjuti setiap laporan menjadi salah satu tolok ukur kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
• Irfan Sahab

0 Komentar