![]() |
| Foto : penemuan jasad seorang petugas satuan pengamanan (satpam) bernama Sumarna (40) yang mengambang di kawasan Tanggul Ubrug, Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. |
Nuansametro.com - Purwakarta | Warga Kabupaten Purwakarta digegerkan dengan penemuan jasad seorang petugas satuan pengamanan (satpam) bernama Sumarna (40) yang mengambang di kawasan Tanggul Ubrug, Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol ke belakang, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya tindak pidana pembunuhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan meninggal dunia, Sumarna diketahui sedang menjalankan tugas piket malam di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur.
Namun, hingga waktu pergantian sif, korban tak kunjung kembali sehingga menimbulkan kecurigaan rekan-rekan kerjanya.
Merasa ada yang tidak beres, sejumlah petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi tempat korban bertugas. Pencarian tersebut berakhir tragis setelah korban ditemukan sudah tidak bernyawa mengambang di perairan kawasan Tanggul Ubrug.
Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam dinas lengkap. Yang paling mencolok, kedua tangan korban berada dalam posisi terborgol ke belakang.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian korban bukan akibat kecelakaan, melainkan berkaitan dengan tindak kekerasan.
Informasi awal yang berkembang menyebutkan, beberapa saat sebelum kejadian, korban diduga sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak melakukan aksi vandalisme atau coret-coret di area Waduk Jatiluhur. Teguran tersebut diduga berujung pada perselisihan hingga terjadi konflik fisik.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan motif maupun penyebab pasti kematian korban. Aparat masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan berbagai alat bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengidentifikasi kelompok pemuda yang diduga sempat terlibat perselisihan dengan korban.
"Seluruh kemungkinan masih kami dalami. Tim masih mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa para saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban," ujarnya.
Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat karena terjadi di kawasan objek vital dengan kondisi korban yang dinilai tidak wajar.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.
Hingga berita ini ditulis, jenazah korban telah dievakuasi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut, sementara penyelidikan oleh Satreskrim Polres Purwakarta masih terus berlangsung.
• NP

0 Komentar