Nuansametro.com - Kabupaten Tangerang | Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga tingkat wilayah. Salah satunya ditunjukkan jajaran Polsek Teluknaga yang berhasil memanen jagung manis dari lahan pertanian di Jalan Raya Tanjung Pasir, Kampung Pondok Makmur, RT 03/03, Desa Tegalangus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin (22/6/2026).
Panen tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara kepolisian, kelompok tani, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu agenda strategis nasional.
Kapolsek Teluknaga, Kevin Hotlando, memimpin langsung kegiatan panen yang turut dihadiri Babinsa Desa Tegalangus serta Ketua Kelompok Tani Giweng, Maruf. Lahan yang dimanfaatkan mencapai satu hektare dengan area tanam efektif sekitar 5.000 meter persegi.
Menurut Kevin, keberhasilan panen jagung manis ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat mampu menghasilkan program yang berdampak langsung bagi kebutuhan warga.
"Ketahanan pangan tidak bisa hanya menjadi wacana. Dibutuhkan kerja nyata dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui pemanfaatan lahan produktif, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi petani," ujarnya.
Hasil panen jagung manis tersebut tidak hanya dibagikan kepada warga sekitar, tetapi juga dipasarkan ke pasar tradisional dengan harga Rp5.000 per kilogram. Langkah ini dinilai mampu membantu menjaga ketersediaan pangan lokal sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi kelompok tani yang terlibat.
Di sisi lain, Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif jajaran Polsek Teluknaga dalam mendukung program pemerintah.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan dukungan lintas sektor. Karena itu, kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mendorong program-program produktif yang berdampak pada kesejahteraan warga.
"Ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Polri hadir untuk mendukung berbagai upaya yang dapat memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat," kata Jauhari.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong dan lahan produktif yang tersedia di lingkungan masing-masing untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga serta memperkuat perekonomian lokal.
Kegiatan panen berlangsung aman dan lancar dengan semangat kebersamaan yang kuat. Kehadiran Polri, TNI, kelompok tani, dan masyarakat dalam satu gerakan produktif menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui kerja sama nyata di lapangan.
Panen jagung manis di Teluknaga menjadi contoh bahwa dukungan terhadap swasembada pangan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
• David Hardson

0 Komentar