Headline News

Kades Tamelang Kecam Keras Dugaan Penculikan Warganya, Tantang Aparat Ungkap Fakta Tanpa Tebang Pilih

Foto : Kepala Desa Tamelang, A. Nurhidayat atau yang akrab disapa Ajuk

Nuansametro.com - Karawang  | Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Hendro alias Kodok, warga Desa Tamelang sekaligus pengurus Karang Taruna Wiratama Cakra Mandala, terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Di tengah derasnya sorotan masyarakat, Pemerintah Desa Tamelang akhirnya menyampaikan sikap resmi yang tegas.

Kepala Desa Tamelang, A. Nurhidayat atau yang akrab disapa Ajuk, mengecam keras segala bentuk dugaan penculikan dan kekerasan yang menimpa warganya. 

Baginya, tindakan yang mengancam keselamatan warga tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, melainkan harus diusut secara menyeluruh melalui mekanisme hukum yang berlaku.

"Atas nama Pemerintah Desa Tamelang kami mengecam keras segala bentuk dugaan penculikan dan tindakan kekerasan terhadap warga kami. Semua harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Ajuk, Jumat (26/6/2026).

Pemerintah Desa Tak Tinggal Diam

Ajuk mengungkapkan, sejak kabar dugaan penculikan mencuat ke publik, Pemerintah Desa langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kapolsek Purwasari, hingga pihak Kecamatan Purwasari.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses hukum yang telah ditempuh korban mendapat pengawalan serta tidak berhenti di tengah jalan.

"Kami terus berkoordinasi agar perkembangan perkara ini terus dimonitor dan proses hukum dapat berjalan maksimal," ujarnya.

Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah desa memilih mengedepankan jalur hukum dibanding membiarkan kasus ini tenggelam di tengah perhatian publik yang semakin besar.

Korban Masih Diamankan

Ajuk mengaku telah berupaya menemui Hendro untuk memastikan kondisi kesehatannya. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya dari anggota Karang Taruna, korban masih berada di lokasi yang dianggap aman sehingga belum dapat menerima kunjungan.

"Kami menghormati kondisi tersebut. Yang terpenting, korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan," katanya.

Ia pun mendoakan agar korban segera pulih, baik dari luka fisik maupun trauma psikologis yang diduga dialaminya.

Alarm Keras bagi Keamanan Warga

Peristiwa ini menjadi tamparan bagi seluruh pihak terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Ajuk memastikan koordinasi antara Pemerintah Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas akan diperkuat guna meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Cukup kejadian ini saja. Jangan sampai ada lagi warga yang menjadi korban kekerasan," tegasnya.

Publik Menunggu Pembuktian, Bukan Sekadar Pernyataan

Di balik berbagai pernyataan keprihatinan yang terus berdatangan, masyarakat kini menunggu sesuatu yang jauh lebih penting, yakni pembuktian melalui penegakan hukum.

Kasus ini telah mendapat perhatian dari organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, anggota DPRD, praktisi hukum, hingga pemerintah desa. Dukungan moral kepada korban terus mengalir. 

Namun dukungan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada pengungkapan fakta secara profesional, objektif, dan transparan.

Aparat penegak hukum kini menghadapi ujian besar. Masyarakat berharap penyelidikan tidak berhenti pada formalitas, tetapi benar-benar mampu mengungkap apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti melakukan tindak pidana, dan bagaimana negara memberikan rasa keadilan kepada korban.

Sebab perkara ini bukan semata menyangkut satu orang warga Desa Tamelang.

Lebih dari itu, kasus ini menyangkut jaminan rasa aman masyarakat, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, serta keyakinan bahwa tidak seorang pun boleh menjadi korban kekerasan tanpa adanya kepastian hukum.


• Fitri 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro