![]() |
| Foto : Kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) VI Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) yang digelar pada Sabtu (6/6/2026). |
Nuansametro.com – Jakarta | Kepercayaan penuh kader terhadap kepemimpinan H. Abdul Ghoni kembali dibuktikan dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) yang digelar pada Sabtu (6/6/2026). Melalui mekanisme aklamasi, H. Abdul Ghoni resmi terpilih kembali sebagai Ketua Umum FORKABI untuk periode berikutnya.
Terpilihnya kembali Abdul Ghoni secara aklamasi bukan sekadar proses formal organisasi, melainkan cerminan kuatnya dukungan dan soliditas internal FORKABI terhadap kepemimpinan yang dinilai berhasil menjaga eksistensi organisasi di tengah dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang.
Dalam pidato usai penetapan, Abdul Ghoni menegaskan bahwa FORKABI harus terus bergerak maju sebagai organisasi yang inklusif, modern, dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, budaya, maupun golongan.
"FORKABI bukan hanya milik masyarakat Betawi, tetapi menjadi rumah besar bagi siapa saja yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong. Kita harus hadir sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus penjaga warisan budaya yang menjadi identitas Jakarta," tegasnya.
Pada periode kepemimpinan mendatang, FORKABI akan memfokuskan langkah organisasi pada tiga agenda strategis, yakni pelestarian budaya Betawi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan solidaritas sosial.
Sejumlah program prioritas bahkan telah disiapkan untuk direalisasikan dalam 100 hari pertama, termasuk pengembangan sanggar budaya keliling dan pelatihan UMKM berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Media Independen Online (MIO) Indonesia turut menyampaikan apresiasi atas terpilihnya kembali Abdul Ghoni sebagai Ketua Umum FORKABI. Dewan Pembina MIO Indonesia, Taufiq Rahman, didampingi Ketua Umum AYS, Prayogie, menyatakan optimisme bahwa FORKABI akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Taufiq Rahman, FORKABI memiliki posisi strategis sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak hanya menjaga dan melestarikan budaya Betawi, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat persatuan dan harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.
"MIO Indonesia berharap sinergi dan hubungan kelembagaan dengan FORKABI dapat semakin erat dan produktif, terutama dalam kegiatan sosial, budaya, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.
Pengamat organisasi kemasyarakatan menilai, terpilihnya kembali Abdul Ghoni menjadi sinyal bahwa FORKABI sedang berada dalam fase konsolidasi yang kuat.
Tantangan ke depan bukan hanya menjaga tradisi dan budaya Betawi, tetapi juga memastikan organisasi mampu menjawab kebutuhan generasi muda serta beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dengan mandat baru yang kembali dipercayakan kepadanya, Abdul Ghoni kini dihadapkan pada harapan besar untuk membawa FORKABI menjadi organisasi yang semakin adaptif, progresif, dan relevan.
Di tengah arus globalisasi yang kian kuat, FORKABI dituntut tidak hanya menjadi penjaga budaya, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan masyarakat dan jembatan persatuan antarbudaya di Indonesia.
Terpilihnya kembali H. Abdul Ghoni secara aklamasi menjadi pesan tegas bahwa FORKABI tetap solid, kuat, dan siap melangkah lebih jauh dalam mengawal budaya Betawi serta memperkuat kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Irfan Sahab


0 Komentar