![]() |
| Foto: Penataan jaringan utilitas menjadi prioritas dalam mendukung peningkatan layanan publik menuju kota modern. |
Nuansametro.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai bergerak lebih serius membenahi wajah kotanya. Penataan jaringan utilitas yang selama ini kerap semrawut dan membahayakan kini dijadikan prioritas utama, bukan sekadar proyek kosmetik.
Wali Kota Iin Mutmainnah menegaskan bahwa langkah ini bukan pekerjaan tambal sulam, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan kota yang tertata, aman, dan siap menghadapi tuntutan urban modern.
“Penataan jaringan utilitas menjadi prioritas dalam mendukung peningkatan layanan publik menuju kota modern,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Selama bertahun-tahun, kabel menjuntai, tiang tak beraturan, hingga utilitas yang mengganggu saluran air menjadi masalah klasik di kawasan ini.
Dampaknya bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serta memperparah genangan saat hujan.
Karena itu, penataan kali ini tidak setengah hati—menyasar jaringan di atas permukaan sekaligus utilitas yang mengganggu sistem drainase.
Program ini dijalankan secara terpadu lintas sektor, melibatkan perangkat daerah hingga pihak swasta seperti penyedia layanan telekomunikasi.
Suku Dinas Bina Marga bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) untuk memastikan proses berjalan terkoordinasi tanpa mengganggu layanan publik maupun arus lalu lintas.
Delapan kecamatan menjadi target penataan bertahap, dengan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan kesiapan anggaran.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Joglo Raya—kawasan yang selama ini dikenal padat utilitas dan rawan semrawut.
Langkah ini menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah daerah: apakah penataan ini akan konsisten hingga tuntas, atau kembali terjebak dalam siklus penertiban sesaat.
Namun jika dijalankan serius dan berkelanjutan, upaya ini berpotensi menjadi model penataan utilitas perkotaan yang lebih modern, aman, dan terintegrasi.
Lebih dari sekadar merapikan kabel, ini adalah soal bagaimana kota dikelola—apakah berpihak pada keselamatan dan kenyamanan warganya, atau terus membiarkan masalah lama berulang tanpa solusi tegas.
• ZuL

0 Komentar