Headline News

Konfercab Fatayat NU Jakarta Barat Tegaskan Peran Strategis Perempuan Dalam Pembangunan

Foto : Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah secara resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat Nahdlatul Ulama Jakarta Barat beserta Jajaran pengurus dan kader Fatayat NU.

Nuansametro.com - Jakarta | Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat Nahdlatul Ulama Jakarta Barat bukan sekadar agenda organisasi tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjelma menjadi panggung konsolidasi kekuatan perempuan menegaskan bahwa perempuan hari ini bukan lagi pelengkap, melainkan motor penggerak perubahan sosial.

Bertempat di Ruang Serbaguna Masjid Assahara, Sabtu (2/5), ratusan kader Fatayat NU memadati lokasi dengan satu semangat yang sama: memperkuat posisi perempuan dalam menjawab tantangan zaman. 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, yang menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Ini momentum strategis untuk mempertegas bahwa perempuan adalah aktor utama dalam perubahan sosial,” tegas Iin dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah kompleksitas persoalan sosial dan ekonomi, perempuan dinilai memiliki posisi unik sebagai penjaga ketahanan keluarga sekaligus penggerak ekonomi berbasis komunitas. 

Namun, peran besar itu seringkali belum diimbangi dengan ruang yang cukup. 

Di sinilah organisasi seperti Fatayat NU mengambil peran penting sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan.

Konfercab kali ini tidak berhenti pada tataran wacana. Sejumlah program konkret langsung diluncurkan, pengukuhan 10 Duta Permata Beta, pembentukan 9 Majelis Taklim Fatimatuzzahra, serta pemberian sertifikat halal kepada 15 pelaku UMKM binaan. 

Langkah ini menunjukkan arah yang jelas bahwa pemberdayaan perempuan harus menyentuh aspek spiritual, sosial, hingga ekonomi secara simultan.

Di sisi lain, kehadiran bazar UMKM yang diisi oleh kader perempuan menjadi bukti bahwa kemandirian ekonomi bukan lagi jargon. 

Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan potensi besar perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal, jika diberikan akses dan dukungan yang tepat.

Ketua Tanfidziyah NU Jakarta Barat, KH Agus Salam, menegaskan bahwa perempuan memiliki modal sosial yang tidak dimiliki semua pihak: kepekaan dan kekuatan empati. 

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi itu harus dipadukan dengan ilmu dan adab agar benar-benar menjadi kekuatan kepemimpinan.

“Kalau potensi ini dikelola serius, dampaknya akan luar biasa. Perempuan bisa menjadi penentu arah perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jakarta Barat, Nurlaela, menekankan bahwa Konfercab juga menjadi ruang perluasan wawasan. 

Diskusi yang menghadirkan tokoh nasional dan pejabat publik membuka perspektif kader tentang keterlibatan perempuan dalam sektor strategis, termasuk kebijakan publik.

“Empat program strategis yang diluncurkan hari ini adalah langkah nyata. Kami ingin memastikan pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada wacana, tapi benar-benar dirasakan dampaknya,” jelasnya.

Dengan sekitar 200 peserta yang terlibat, Konfercab ini memperlihatkan satu hal yang sulit dibantah: kebangkitan perempuan tidak lagi bersifat simbolik. Ia nyata, terorganisir, dan terus bergerak dari tingkat akar rumput.

Tema “Perempuan Berani, Perempuan Mandiri” pun terasa bukan sekadar slogan. Di Jakarta Barat, keberanian itu sedang dibangun, dan kemandirian itu sedang diperjuangkan secara kolektif, terarah, dan berkelanjutan.


• ZuL 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro