![]() |
| Foto: Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan oli di kawasan Jalan Kamal Lama, Rabu malam (6/5/2026). |
Nuansametro.com - Jakarta | Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan oli di kawasan Jalan Kamal Lama, Rabu malam (6/5/2026). Api yang diduga dipicu gangguan kelistrikan dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh area gudang, memicu kepanikan warga sekitar.
Peristiwa yang terjadi di wilayah Penjaringan itu menjadi sorotan serius, mengingat objek yang terbakar merupakan gudang penyimpanan bahan mudah terbakar berupa drum oli.
Lemahnya sistem pengamanan dan mitigasi kebakaran di lokasi kini mulai dipertanyakan.
Menurut Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, kebakaran diduga bermula dari ledakan pada panel listrik di dalam gudang.
“Saat melintas, karyawan melihat ledakan di panel listrik,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Percikan dari ledakan tersebut diduga langsung menyambar drum-drum oli yang tersimpan di dalam gudang. Dalam hitungan menit, api membesar dan sulit dikendalikan karena material yang terbakar sangat mudah memicu penyebaran api.
Gudang dengan luas sekitar 1.200 meter persegi itu nyaris habis dilalap si jago merah. Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.25 WIB dan langsung mengerahkan kekuatan besar ke lokasi kejadian.
Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 100 personel diterjunkan untuk mengatasi kobaran api. Tim pemadam mulai melakukan penanganan pada pukul 22.36 WIB setelah tiba sekitar 10 menit pasca laporan diterima.
Api baru berhasil dilokalisir pada pukul 23.42 WIB. Namun proses pendinginan masih terus dilakukan hingga dini hari untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Situasi pemadaman selesai dan berhasil ditangani pada pukul 02.05 WIB,” kata Gatot.
Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, kerugian materi akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp550 juta.
Peristiwa ini kembali membuka pertanyaan besar terkait standar keamanan instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran pada gudang penyimpanan bahan mudah terbakar di kawasan padat aktivitas industri dan pergudangan Jakarta Utara.
Pengamat keselamatan industri menilai, gudang penyimpanan oli seharusnya memiliki sistem deteksi dini, pemutus arus otomatis, hingga proteksi kebakaran berlapis untuk mencegah kebakaran besar ketika terjadi korsleting listrik.
Jika dugaan korsleting benar menjadi penyebab utama, maka insiden ini dinilai bukan sekadar musibah, melainkan alarm keras terhadap lemahnya pengawasan keselamatan kerja dan minimnya audit instalasi listrik di sejumlah kawasan pergudangan ibu kota.
Pewarta: Zul

0 Komentar