![]() |
| Foto : Polres Lombok Utara kembali menghidupkan program Gowes Kamtibmas dengan menyasar Desa Jenggala pada Sabtu pagi, Mei 2026. |
Nuansametro.com - Lombok Utara | Setelah jeda selama bulan Ramadan dan Idulfitri, Polres Lombok Utara kembali menghidupkan program Gowes Kamtibmas dengan menyasar Desa Jenggala pada Sabtu pagi, Mei 2026. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan strategi pendekatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dipimpin oleh Agus Purwanta, rombongan memulai perjalanan sejak pukul 06.00 WITA dari Mapolres, menyusuri wilayah Kecamatan Tanjung sebelum tiba di kantor desa sekitar pukul 07.50 WITA.
Kehadiran aparat disambut hangat oleh warga, perangkat desa, serta Kapolsek Tanjung Surya Irawan.
Namun yang membuat kegiatan ini menonjol bukan sekadar rutenya, melainkan substansinya. Di tengah suasana santai gowes, Polres Lombok Utara menyisipkan agenda strategis, bakti sosial, layanan kesehatan gratis, hingga dialog langsung dengan masyarakat.
Seksi Dokes Polres bersama Puskesmas Tanjung membuka pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, sementara paket sembako disalurkan kepada sekitar 50 warga yang membutuhkan mulai dari lansia hingga tokoh masyarakat.
Kapolres menegaskan bahwa Gowes Kamtibmas adalah program berkelanjutan yang telah menjangkau sebagian besar desa di Lombok Utara.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin hadir, mendengar, dan memahami langsung persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Dari 43 desa yang menjadi target, kegiatan ini telah memasuki putaran ke-36 sebuah angka yang menunjukkan konsistensi, bukan sekadar simbolik.
Lebih jauh, Agus Purwanta juga menyoroti ancaman sosial yang kini kian dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia mengingatkan bahaya judi online, pinjaman ilegal, dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.
Pesannya jelas, keamanan tidak hanya soal kriminalitas jalanan, tetapi juga ancaman digital dan sosial yang mengintai dari dalam.
Di sisi lain, disiplin berlalu lintas juga menjadi sorotan. Kapolres mengingatkan pentingnya kelengkapan surat kendaraan dan penggunaan helm sebagai bentuk perlindungan diri, bukan sekadar kepatuhan hukum.
Mengusung jargon “Aparat Sehat, Lotara Aman, Masyarakat Nyaman”, kegiatan ini ditutup dalam suasana aman dan kondusif sekitar pukul 08.57 WITA.
Lebih dari itu, kegiatan ini mempertegas satu hal, pendekatan humanis Polri masih menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks, Gowes Kamtibmas menjadi bukti bahwa menjaga stabilitas tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan keras kadang cukup dengan hadir, mendengar, dan berbaur.
• Rls/NP

0 Komentar