Headline News

FINDES Resmi Didorong Jadi Fondasi Baru BUMDes Jabar, Transparansi dan Jejaring Usaha Jadi Fokus Utama

Foto : Ketua Harian Mustopa (sebelah kiri) Dewan Pakar (Tengah) Bang Alfhas Team Forum Jabar dalam kegiatan Penguatan Jaringan BUMDes Lintas Sektor dan Sosialisasi Pembangunan Database Profil BUMDes Berbasis FINDES

Nuansametro.com - Garut | Forum BUMDes Provinsi Jawa Barat mulai menunjukkan arah baru dalam membangun kekuatan ekonomi desa. Melalui kegiatan Penguatan Jaringan BUMDes Lintas Sektor dan Sosialisasi Pembangunan Database Profil BUMDes Berbasis FINDES yang digelar pada 16–17 Mei 2026 di Resort Patriot Gema Bela Bangsa Tarogong, organisasi ini menegaskan bahwa era BUMDes tradisional harus segera bertransformasi menuju sistem yang modern, digital, dan terintegrasi.

Mengusung tema “Digitalisasi Profil BUMDes sebagai Fondasi Penguatan Jaringan Usaha BUMDes Lintas Sektor”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi besar antarpengurus DPD Forum BUMDes dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. 

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Bogor, Ciamis, Garut, Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya, hingga Kota Banjar.

Kehadiran lintas daerah itu bukan sekadar seremoni organisasi. Forum BUMDes Jawa Barat sedang membangun fondasi gerakan kolektif agar BUMDes tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung dalam satu ekosistem usaha desa yang kuat dan saling menopang.

Ketua Forum BUMDes Jawa Barat, Dimas Insany, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan jejaring sebagai strategi menghadapi tantangan ekonomi desa yang semakin kompleks. 

Menurutnya, BUMDes harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, bukan hanya pelengkap program pemerintah.

Hari pertama kegiatan diisi dengan sejumlah materi strategis. Dewan Pembina Forum BUMDes Jawa Barat, Urip Soeprianto, menyampaikan materi tentang penguatan jaringan BUMDes lintas sektor untuk meningkatkan perekonomian desa. 

Sementara itu, Prof. Dr. Tatang S. Wiriamihardja memaparkan wawasan hukum penyelenggaraan kelembagaan desa agar pengelolaan BUMDes berjalan sesuai regulasi dan memiliki kepastian hukum yang kuat.

Penguatan kolaborasi usaha juga menjadi perhatian utama melalui materi BUMDes-Hub yang disampaikan Sofian. Konsep ini diarahkan untuk membuka ruang kerja sama antardesa dan antarsektor agar potensi ekonomi desa dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan.

Memasuki hari kedua, suasana forum berubah menjadi lebih strategis melalui agenda diskusi dan konsolidasi organisasi bersama Christian Kent. 

Forum ini membahas arah penguatan kelembagaan serta pentingnya konsolidasi antardaerah dalam membangun jaringan usaha desa yang lebih solid dan terukur.

Namun, sorotan utama kegiatan ini tertuju pada peluncuran dan sosialisasi FINDES (Financial Information System for Desa), sebuah sistem digital yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tata kelola BUMDes modern di Jawa Barat.

Sekretaris Umum DPW Forum BUMDes Jawa Barat sekaligus pengembang FINDES, Toto Hadianto, menjelaskan bahwa FINDES bukan sekadar aplikasi administrasi biasa. 

Sistem ini dirancang sebagai instrumen integrasi pengelolaan BUMDes berbasis digital, mulai dari pembangunan database profil, pengelolaan unit usaha, administrasi kelembagaan, laporan keuangan, pengarsipan digital, hingga monitoring dan evaluasi usaha desa.

Langkah digitalisasi ini dinilai mendesak. Sebab hingga kini, masih banyak BUMDes yang mengalami persoalan mendasar dalam administrasi dan penyajian laporan keuangan yang sesuai standar. 

Akibatnya, banyak potensi usaha desa sulit berkembang karena lemahnya tata kelola dan minimnya data yang terintegrasi.

Melalui FINDES, Forum BUMDes Jawa Barat ingin membangun sistem yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi juga diharapkan mampu mempermudah pemetaan potensi desa, memperkuat jaringan usaha antardaerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMDes.

Selain FINDES, kegiatan ini turut memperkuat tiga program strategis lainnya, yakni penguatan organisasi DPW Forum BUMDes Jawa Barat, pengembangan jaringan usaha melalui BUMDes-Hub, dan penguatan kolaborasi melalui JARSANAS. 

Seluruh program tersebut diarahkan untuk mempercepat lahirnya BUMDes yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa.

Forum BUMDes Jawa Barat menegaskan bahwa desa tidak boleh terus bergantung pada pola pembangunan dari atas. BUMDes harus tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi desa dengan semangat kolaborasi “dari kita, oleh kita, dan untuk kita.”

Dari Garut, semangat itu kini mulai dibangun menjadi gerakan bersama. Sebuah langkah yang tidak hanya berbicara tentang digitalisasi, tetapi juga tentang upaya merebut masa depan ekonomi desa agar lebih kuat, modern, dan berkelanjutan menuju “Jabar Istimewa.”


• Dim

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro