Nuansametro.com - Jakarta | Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Metro Jaya memperkuat sinergi keamanan dengan organisasi masyarakat melalui kunjungan ke Markas Besar DPP Laskar Sangidu Putih Indonesia di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
Kunjungan yang dipimpin Paur Binorsosmas Subdit Pokmas IPTU Sigit Purnomo, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Lubang Buaya Aipda Roby MSD, S.H., menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan ibu kota.
Rombongan Ditbinmas disambut langsung Ketua Umum Laskar Sangidu Putih Lamin Sumarlan, S.E., bersama jajaran pengurus pusat dan daerah, di antaranya Wakil Ketua Umum Izoel Ramos, Sekjen Achmad Daroni, S.T., Pembina Umum Munif, Ketua DPD DKI Jakarta Munawir, Ketua DPC Jakarta Selatan Yaman Ibrahim, serta Ketua DPC Tangerang Kota Musah.
Jakarta Masuk Kota Teraman ASEAN
Dalam sambutannya, IPTU Sigit mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini menempati posisi kedua sebagai kota paling aman di Asia Tenggara berdasarkan Global Residence Index 2026 yang dirilis April lalu.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Jakarta berada di bawah Singapura dan di atas Kuala Lumpur serta Bangkok dalam indeks keamanan kawasan ASEAN. Ini menunjukkan bahwa stabilitas keamanan Jakarta semakin baik dan menjadi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujar IPTU Sigit.
Ia menegaskan, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tugas bersama seluruh warga, termasuk organisasi masyarakat yang memiliki pengaruh langsung di lingkungan sosial.
“4 Pilar Jaga Jakarta” Jadi Fokus
Dalam kesempatan itu, IPTU Sigit juga mensosialisasikan program “4 Pilar Jaga Jakarta” yang menjadi strategi Polda Metro Jaya dalam memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat.
Empat pilar tersebut meliputi:
menjaga warga,
menjaga lingkungan,
menjaga aturan,
serta menjaga amanah.
Program itu dirancang untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan agar tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi informasi bohong di media sosial serta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital.
Laskar Sangidu Putih Tegaskan Bukan Ormas Preman
Ketua Umum Laskar Sangidu Putih, Lamin Sumarlan, menegaskan organisasinya hadir sebagai mitra sosial yang mendukung keamanan lingkungan, bukan kelompok premanisme.
“Laskar Sangidu Putih bukan organisasi preman. Kami lebih mengutamakan negosiasi daripada emosi. Seluruh anggota kami juga kami pastikan bebas dari narkoba dan minuman keras,” tegas Lamin.
Ia mengatakan organisasi yang dipimpinnya dibentuk dengan semangat menjaga lingkungan dan membantu menciptakan ketertiban masyarakat.
Lamin juga mengungkapkan bahwa sebanyak 50 anggota Laskar Sangidu Putih telah resmi tergabung dalam Sabuk Kamtibmas binaan Polda Metro Jaya dan ikut terlibat dalam pengamanan sejumlah kegiatan besar, termasuk peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 lalu.
“Kami siap menjadi mitra Polri dalam menjaga kondusivitas Jakarta,” katanya.
Media Diminta Kawal Program Kepolisian
Di penghujung acara, IPTU Sigit membuka sesi dialog bersama awak media terkait implementasi program “4 Pilar Jaga Jakarta”.
Ia berharap media turut berperan aktif mengawal program-program kepolisian sebagai bentuk transparansi sekaligus sarana edukasi publik.
“Kami berharap media terus menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta mendukung terciptanya situasi Jakarta yang aman dan damai,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai simbol penguatan hubungan antara kepolisian dan elemen masyarakat.
• ZuL

0 Komentar