![]() |
| Ilustrasi hewan sapi. (Net) |
Nuansametro.com - Karawang | Pengadaan sapi kurban senilai Rp440 juta yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dari APBD Tahun Anggaran 2026 mulai menjadi sorotan publik.
Pengadaan tersebut dinilai perlu diawasi secara ketat agar sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Informasi yang dihimpun pada Senin (25/5/2026) menyebutkan, paket pekerjaan pengadaan 11 ekor sapi jenis limosin dengan bobot antara 400 hingga 500 kilogram dimenangkan oleh CV Riki Rahma (RR).
Namun hingga kini, sapi yang bersumber dari pengadaan APBD tersebut belum juga terlihat dikirim ke lokasi penampungan.
Yang terlihat di galeri penampungan justru baru terdapat sekitar 18 ekor sapi dan puluhan domba yang disebut berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah mitra kerja Pemerintah Kabupaten Karawang.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan publik terkait realisasi pengadaan sapi kurban dari pihak ketiga tersebut. Masyarakat meminta pemerintah memastikan bahwa sapi yang nantinya diserahkan benar-benar sesuai spesifikasi kontrak, baik dari sisi jenis maupun bobotnya.
“Jangan sampai dalam dokumen disebut sapi limosin, tetapi yang datang sapi biasa. Begitu juga dengan bobotnya harus benar-benar sesuai RAB dan nilai anggaran yang telah dialokasikan,” ujar salah satu sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.
Pengawasan dinilai penting mengingat nilai pengadaan mencapai ratusan juta rupiah yang bersumber dari uang rakyat. Transparansi dalam proses pengadaan hingga pemeriksaan fisik ternak menjadi tuntutan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan.
Selain jenis sapi, publik juga menyoroti standar kualitas hewan kurban yang wajib memenuhi ketentuan kesehatan dan kelayakan, termasuk usia, kondisi fisik, hingga berat hidup ternak sebagaimana tercantum dalam spesifikasi pengadaan.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Karawang, Aep Saepudin, saat hendak ditemui di kantornya belum dapat memberikan keterangan karena sedang tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyedia terkait kapan 11 ekor sapi pengadaan APBD tersebut akan dikirim serta bagaimana mekanisme pemeriksaan kesesuaian spesifikasi dan bobot sapi dilakukan oleh pemerintah daerah.
• NP

0 Komentar