Headline News

Diduga Jadi Korban Perbudakan Modern di OKI, 8 Warga Karawang Bakal Dipasilitasi Kerja

Foto : Bupati Karawang, Aep Syaepuloh saat diwawancarai wartawan.

Nuansametro.com - Karawang | Pemerintah Kabupaten Karawang berhasil memulangkan delapan warga asal Rengasdengklok yang diduga menjadi korban praktik kerja tidak manusiawi di perkebunan tebu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kasus ini mencuat setelah para pekerja tersebut mengaku berangkat dengan iming-iming penghasilan tinggi dari seorang mandor asal Lampung. 

Mereka dijanjikan upah harian hingga Rp420.000, makan tiga kali sehari, serta fasilitas kerja yang layak. Namun, kenyataan di lapangan jauh berbeda.

Salah satu korban, Dede Erwin, mengungkapkan bahwa mereka justru dipekerjakan dengan sistem borongan yang tidak transparan, dengan potongan upah yang tidak jelas. 

Kondisi tersebut membuat para pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga harus berutang di warung sekitar lokasi kerja.

“Banyak potongan yang tidak masuk akal. Kami sampai berutang jutaan rupiah hanya untuk makan,” ungkap Dede.

Situasi tersebut membuat para pekerja akhirnya meminta bantuan untuk dapat dipulangkan ke daerah asal. 

Proses evakuasi dilakukan setelah koordinasi antara Pemerintah Desa Rengasdengklok Utara, Dinas Sosial, serta aparat terkait.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan bahwa kasus ini menunjukkan pola yang mengarah pada dugaan praktik perbudakan modern dan berpotensi termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja bergaji tinggi tanpa kejelasan kontrak,” tegasnya di Kantor Bupati Karawang, Kamis (7/5/2026).

Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pemulangan korban, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan berupa peluang kerja di Karawang agar para korban dapat kembali bekerja secara aman dan layak.

Peristiwa ini menjadi sorotan serius terkait masih maraknya praktik perekrutan tenaga kerja non-prosedural yang berujung pada eksploitasi pekerja, terutama di sektor perkebunan luar daerah.

Sementara itu, lokasi kejadian berada di wilayah Ogan Komering Ilir, sedangkan para korban berasal dari Rengasdengklok.


• NP 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro