Nuansametro.com - Karawang | Partai Gerindra di Kabupaten Karawang tengah diterpa polemik internal yang memicu kegaduhan di tubuh partai. Ketua DPC Gerindra Karawang, H. Ajang Sopandi, bersama jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC), melontarkan kekecewaan keras terhadap tindakan Wakil Bendahara DPC, Ade Nano, terkait penyaluran hewan kurban bantuan dari Bupati Karawang.
Persoalan bermula dari bantuan satu ekor sapi kurban yang disebut berasal dari dana pribadi Bupati Karawang. Hewan kurban tersebut dititipkan melalui Ade Nano dengan arahan agar diserahkan ke Kantor DPC Gerindra Karawang untuk disembelih dan dibagikan kepada kader serta masyarakat.
Namun, sapi itu diduga tidak pernah sampai ke kantor DPC. Hewan kurban justru dibawa ke kediaman pribadi Ade Nano dan diduga akan disembelih di sana tanpa koordinasi maupun persetujuan dari Ketua DPC.
Dinilai Langgar Etika Organisasi
Ketua DPC Gerindra Karawang, H. Ajang Sopandi, menilai tindakan tersebut bukan sekadar persoalan teknis penyaluran kurban, melainkan menyangkut amanah dan etika organisasi.
“Ini bukan sekadar masalah sapinya, tetapi soal amanah dan etika berpartai. Bantuan itu ditujukan untuk partai, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu tanpa sepengetahuan pengurus resmi,” tegas Ajang Sopandi.
Menurutnya, setiap bantuan yang masuk ke partai seharusnya dikelola secara terbuka dan melalui mekanisme organisasi agar tidak menimbulkan prasangka maupun konflik internal.
Kekecewaan juga datang dari jajaran PAC Gerindra se-Kabupaten Karawang. Mereka menilai tindakan tersebut mencederai semangat kebersamaan yang selama ini dibangun di internal partai.
Sejumlah pengurus PAC bahkan menyebut para kader merasa dirugikan karena momentum kebersamaan Iduladha yang semestinya berlangsung di kantor DPC menjadi hilang akibat keputusan sepihak tersebut.
Desakan Sanksi Menguat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Ade Nano terkait alasan sapi kurban dibawa ke kediaman pribadinya.
Di sisi lain, desakan dari akar rumput partai mulai menguat. Sejumlah kader meminta DPC Gerindra Karawang mengambil langkah tegas dan memberikan sanksi organisasi apabila terbukti terjadi pelanggaran disiplin dan penyalahgunaan amanah.
Polemik ini dinilai menjadi ujian serius bagi soliditas internal Gerindra Karawang, terutama di tengah upaya konsolidasi politik yang tengah dibangun menjelang agenda-agenda politik daerah ke depan.
• Fitri

0 Komentar